Kisah Dua Sahabat asal Singapura Meraup Untung di Indonesia

Kompas.com - 11/03/2019, 11:19 WIB
Salah satu portofolio Genesis Indojaya Samuel Isaac Chua/EdgeProp SingaporeSalah satu portofolio Genesis Indojaya

"Kami mengatakan bahwa kami tidak bisa menjamin mereka mendapatkan uangnya kembali, namun kami menawarkan pengembalian sebesar 30 persen, 10 persen dalam jangka waktu lebih dari 2,5 tahun," lanjut Ng.

Selanjutnya mereka meningkatkan ekuitas dan membeli tanah tersebut pada 2013 dan mampu menggandakan uang yang dipinjam untuk pembangunan proyek pertama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun hal ini tidak berjalan mulus seperti yang terlihat. Apalagi mereka berdua terhitung masih muda.

"Awalnya banyak investor yang pertama kali bertemu dengan kami khawatir karena mereka melihat kami sebagai dua orang pemuda dan relatif tidak berpengalaman saat itu," ucap Chua.

Mereka pun berhasil meyakinkan para investor. Terlebih, Chua yang membantu menyusun perjanjian, mengatakan selalu meminimalisasi potensi kerugian.

Investor akan mendapatkan pengembalian setelah penyelesaian setiap fase.

Proyek yang dikerjakan, lanjut Chua, mayoritas merupakan properti tapak di mana para pembeli merupakan penduduk lokal. Hal ini turut melindungi investor sampai batas tertentu.

Target menengah dan menengah ke atas

Setelah peroyek pertama selesai pada 2015, Chua dan Ng kemudian membangun perumahan kedua, yakni Jayana Villa. Ng mengatakan, target pembeli mereka adalah kalangan menengah dan menengah ke atas.

Oleh karena itu, rerata harga rumah yang dibangun antara 110.000 - 130.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 1,1 miliar sampai Rp 1,36 miliar.

"Apa yang membedakan kami dari pengembang besar utama di Indonesia adalah kami dapat mengembangkan proyek-proyek dengan biaya yang sedikit lebih rendah dan menghasilkan produk yang berkualitas lebih baik," kata Ng.

Ng menambahkan, mereka saat ini juga fokus dalam menggarap proyek Transit Oriented Development (TOD) di dekat stasiun MRT dan perumahan cluster di pinggiran Jakarta.

Hingga saat ini, proyek terbesar yang pernah digarap adalah Citadines Berawa Beach Bali dengan nilai pengembangan bruto senilai 54 juta dollar Singapura ekuivalen Rp 568 miliar.

Sementara itu, Chua memperkirakan, nilai keseluruhan dari tujuh portofolio perusahaan sekitar 50 juta dollar AS-60 juta dolllar AS atau sekitar Rp 715 miliar-Rp 858 miliar.

Meski begitu, mereka berharap untuk mendaftarkan perusahaannya di bursa efek Singapura suatu hari nanti.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.