5 Terowongan Khusus Gajah Dibangun di Tol Pekanbaru-Dumai

Kompas.com - 04/03/2019, 19:00 WIB
Pekerja beraktivitas di lokasi proyek Tol Pekanbaru-Dumai, di Provinsi Riau, Selasa (13/3/2018). Perkembangan konstruksi Jalan Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,475 km, yang dikerjakan PT Hutama Karya ini, progresnya mencapai sekitar 8,95 persen berdasarkan data Kementerian BUMN. Pekerjaan yang dilakukan kini berupa pembersihan lahan, pekerjaan tanah, box culvert, dan pekerjaan solid sodding. ANTARA FOTO/FB ANGGOROPekerja beraktivitas di lokasi proyek Tol Pekanbaru-Dumai, di Provinsi Riau, Selasa (13/3/2018). Perkembangan konstruksi Jalan Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,475 km, yang dikerjakan PT Hutama Karya ini, progresnya mencapai sekitar 8,95 persen berdasarkan data Kementerian BUMN. Pekerjaan yang dilakukan kini berupa pembersihan lahan, pekerjaan tanah, box culvert, dan pekerjaan solid sodding.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbeda dengan proyek lainnya, Jalan Tol Pekanbaru-Dumai dianggap sangat istimewa. 

Bukan semata termasuk proyek strategis nasional (PSN) dalam jaringan Tol Trans-Sumatera, melainkan dirancang untuk mengakomodasi keanekaragaman hayati Pulau Sumatera atau Sumatera Biodiversity.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit menuturkan, proyek jalan bebas hambatan ini akan dilengkapi dengan lima terowongan gajah.

"Gajah merupakan salah satu kekayaan dalam Sumatera Biodiversity ini. Kami akan buat terowongan khusus untuk mereka melintas," ujar Danang dalam paparan perkembangan Tol Pekanbaru-Dumai, di Jakarta, Senin (4/3/2019).

Terowongan ini, lanjut Danang, terutama dibangun di kantong-kantong gajah seperti Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Siak.

Baca juga: Meski Prioritas, BPJT Belum Bisa Pastikan Penyelesaian Tol Cisumdawu

Kawasan Balai Raja teridentifikasi sebagai bagian dari trase Tol Pekanbaru-Dumai Seksi IV dan V. Di sini, masih terdapat 25 ekor gajah.

"Terowongan dibangun supaya tidak mengganggu habitat mereka," imbuh Danang.

PT Hutama Karya (Persero) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), menurut Danang, telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau (BBKSDA), dan World Wildlife Fund (WWF) untuk membangun jalur perlintasan gajah.

Perlintasan tersebut perlu didesain dengan memperhatikan habitat alami, koridor, dan ruang transit untuk gajah.

Tol Pekanbaru-Dumai membentang sepanjang 131,48 kilometer. Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT)-nya diteken pada 20 April 2016.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X