Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rating Tiga Pengembang Raksasa Indonesia Anjlok

Kompas.com, 28 Februari 2019, 16:48 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketidakpastian yang terjadi saat tahun politik menyeret pasar properti Indonesia yang telah mencapai titik aman sejauh ini, kembali gamang.

Dalam laporan terbarunya, lembaga pemeringkat internasional, Standard & Poors (S&P) Global Ratings menyatakan penjualan di sektor residensial cenderung berjalan lambat.

Namun demikian, kebutuhan untuk belanja modal tetap relatif tinggi. Hal ini karena sebagian masyarakat dan investor, memilih bersikap wait-and-see jelang pemilihan presiden pada 17 April mendatang.

"Penjualan properti yang lambat di Indonesia menambah risiko likuiditas yang lebih ketat dan biaya pinjaman yang lebih tinggi," kata analis kredit S&P Global Ratings, Kah Ling Chan dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (27/2/2019).

Baca juga: Siapa Raja Properti Tanah Air?

Menurut lembaga ini, sebagian besar penjualan baru akan kembali pada paruh kedua tahun ini.

Demi mengimbangi kinerja penjualan yang melambat, beberapa pengembang menjual lahan untuk mendapatkan uang tunai.

Selama lima tahun, S&P telah memangkas peringkat tiga dari lima pengembang, setidaknya satu takik (notch). Pemangkasan ini terjadi akibat melemahnya posisi likuiditas.  

Berikut tiga pengembang besar yang mengalami penurunan peringkat:

Pertama adalah PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Pada Desember 2014, S&P memberikan peringkat BB- dengan outlook stabil, namun pada Februari 2019 peringkat LPKR anjlok menjadi CCC+.

Dalam laporan tersebut, S&P menyertakan outlook negatif.

Ilustrasi apartemenShutterstock Ilustrasi apartemen
Penyebab menurunnya peringkat LPKR dikarenakan kegagalan dalam menghasilkan Rp 1 triliun di level holding dalam dua bulan dan Rp 4 triliun dalam enam bulan berikutnya.

"Kami memperkirakan, tanpa langkah-langkah strategis perusahaan dapat kehabisan uang tunai dalam waktu enam bulan," tulis S&P.

Baca juga: Lippo Group Tak Lagi Kuasai Saham Meikarta

Sementara PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) mendapatkan peringkat B dari yang sebelumnya B+ dengan outlook negatif.

Lembaga ini juga menyematkan status CreditWatch lantaran kegagalan dalam menangani refinancing 2020 pada akhir Maret 2019.

Pengembang lain, PT Jababeka Tbk mendapatkan peringkat B dari yang sebelumnya B+ dengan outlook stabil.

Selain itu berdasarkan pandangan S&P, sebagian besar pengembang Indonesia belum menghadapi risiko risiko pembayaran langsung, mengingat jatuh tempo terbatas pada 2019 dan 2020.

Namun biaya pendanaan yang tinggi dan risk appetite yang merugikan akan mempersulit pembiayaan jangka panjang saat mendekati jatuh tempo.

Laporan bertajuk Indonesia Developers: The Liquidity Noose Is Tightening tersebut juga memuat peringkat dua pengembang lainnya.

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) yang naik peringkat karena kondisi keuangannya yang terus membaik.

"Kami menaikkan peringkat PWON karena manajemen modal perusahaan telah menjadi konservatif," tulis S&P dalam laporannya.

Lebih lanjut, laporan S&P menyatakan peringkat Pakuwon naik dari B+ pada Desember 2014 menjadi BB pada Februari 2019. Perusahaan juga mendapat outlook stabil.

Selain Pakuwon, pengembang lain yakni Modernland mendapatkan peringkat tetap yakni B dengan outlook stabil.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau