Aspal Karet dan Plastik, Mana Lebih Baik?

Kompas.com - 15/02/2019, 22:31 WIB
Bahan pembuatan aspal karet. Kementerian PUPRBahan pembuatan aspal karet.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengembangkan teknologi campuran aspal plastik dan aspal karet.

Uji coba pun telah dilakukan di beberapa lokasi guna mengetahui tingkat kekuatan aspal ini.

Menurut Kepala Balai Litbang Perkerasan Jalan Balitbang Kementerian PUPR Johannes Ronny, baik aspal karet maupun aspal plastik memiliki tingkat kekuatan yang setara.

Keduanya, sama-sama lebih baik bila dibandingkan dengan aspal biasa tanpa campuran.

"Kalau lihat peningkatannya, sebetulnya ada peningkatan 30-40 persen. Jadi secara kekuatan relatif tidak terlalu beda banyak," kata Ronny menjawab pertanyaan Kompas.com, Jumat (15/2/2019).

Baca juga: Dinilai Lebih Berkualitas, Penggunaan Aspal Karet Berlanjut Tahun Ini

Ia menuturkan, satu-satunya faktor yang menentukan penggunaan aspal plastik atau aspal karet hanya pada letak lokasi.

Uji coba sampah plastik sebagai bahan campuran aspal.Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Uji coba sampah plastik sebagai bahan campuran aspal.

Untuk aspal plastik lebih tepat digunakan pada wilayah perkotaan karena dari sisi perolehan material lebih mudah ditemukan.

Penggunaan aspal tersebut sebelumnya telah diaplikasikan di ruas Sipinsur-Bakara di Provinsi Sumatera Utara sepanjang 3 kilometer, dan pelebaran Jalan Lawean-Sukapura di Jawa Timur sepanjang 1,3 kilometer.

Ruas lainnya, rekonstruksi akses bandara Pongtiku-Toraja sepanjang 3,5 kilometer, rekonstruksi Janeponto-Bantaeng-Bulukumba-Bira dan Bulukumba-Sinjai sepanjang 2,2 kilometer dan pembangunan akses Labuan Bajo di NTT sepanjang 9 kilometer.

Baca juga: Pemanfaatan Aspal Plastik, 1 Kilometer Jalan Butuh 3 Ton Sampah Kresek

"Kalau di daerah Sumatera atau Kalimantan, punya sumber perkebunan karet. Tentunya tidak perlu transportasi terlalu jauh ya, maka lebih cocok aspal karet," sambung Johannes.

Tahun ini, Kementerian PUPR menargetkan penggunaan aspal karet sepanjang 93 kilometer dan aspal plastik sepanjang 22 kilometer.

Penggunaan aspal plastik yang masih terbatas disebabkan sulitnya mengumpulkan material utama yang menjadi bahan baku campuran yaitu plastik kresek.

Untuk penggunaan aspal plastik, dibutuhkan sekitar 2,5 ton-3 ton plastik kresek untuk mengaspal jalan sepanjang 1 kilometer. Dengan catatan lebar jalan tujuh meter dengan dua lajur dan ketebalan 4 sentimeter.

Sementara untuk penggunaan aspal karet sebagai campuran, yaitu 7 persen dari berat aspal. Artinya, dalam satu ton aspal campuran karet hanya 4,2 kilogram.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X