Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/02/2019, 22:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional tengah menyiapkan sistem sertifikat digital bagi tenaga kerja konstruksi.

Melalui sistem ini, LPJK dapat mendata keberadaan serta sebaran tenaga kerja konstruksi yang ada di seluruh Indonesia.

Menurut Ketua LPJK Nasional Ruslan Rivai, saat ini draf sertifikat lelang tengah disiapkan. Draf tersebut kemudian akan dikombinasikan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang ada guna memastikan kerahasiaan pemegang sertifikat.

"Sudah kita lindungi dengan sistem terbaik," kata Ruslan di Kementerian PUPR, Kamis (14/2/2019).

Baca juga: Hanya 1.000 Tenaga Kerja Asing Terlibat Proyek Berteknologi Tinggi

Tahun ini, LPJK Nasional menargetkan dapat melakukan sertifikasi terhadap 300.000 tenaga kerja konstruksi.

Bila draf sertifikat digital ini telah disetujui pemerintah, maka ke depan proses sertifikasi tenaga kerja konstruksi dapat dilakukan secara elektronik.

"Misalnya ada yang mau uji kompetensi. Sertifikatnya ada di gawai, tidak lagi nanti bentuknya kertas. Jadi ke mana saja bisa dibawa," jelas Ruslan.

Ruslan memastikan, sertifikat digital yang nantinya dipegang setiap tenaga kerja tidak bisa diduplikasi.

Hal itu didimungkinkan karena adanya sistem yang telah terintegrasi dengan big data yang dimiliki LPJK Nasional.

"Jadi dia kerja di mana saja, kita bisa tahu," ucapnya.

Ke depan, ia menambahkan, tak hanya tenaga kerja baru yang harus melakukan sertifikasi dan digitalisasi data.

Tenaga kerja teregistrasi dan memiliki bukti sertifikat yang telah dicetak pun akan didigitalisasi untuk mendukung data sebarannya.

"Kekurangan kita adalah banyak orang meninggal punya sertifikat. Kita mau sampaikan ke mana. Nanti kita turunkan (yang sudah meninggal). Jadi tidak ada yang mengaku-ngaku kan. Karena sekarang eranya serba digital," tuntas Ruslan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+