Perjalanan Lewat Tol Bisa Hemat Biaya 30 Persen

Kompas.com - 07/02/2019, 21:00 WIB
Suasana ruas jalan tol Mojokerto Barat - Mojokerto Utara, Jawa Timur, Selasa (28/06/2016). Ruas jalan tol ini akan digunakan sementara untuk jalur mudik lebaran. KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMOSuasana ruas jalan tol Mojokerto Barat - Mojokerto Utara, Jawa Timur, Selasa (28/06/2016). Ruas jalan tol ini akan digunakan sementara untuk jalur mudik lebaran.

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Utama PT Waskita Toll Road Herwidiakto mengatakan, perjalanan yang dilakukan lewat jalan tol bisa menghemat biaya paling tidak 30 persen dibanding melalui jalan arteri untuk tujuan yang sama.

Dia mengungkapkan hal itu sehubungan dengan keluhan para pengusaha logistik tentang mahalnya tarif Jalan Tol Trans-Jawa.

Mereka mengatakan harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi untuk perjalanan angkutan logistiknya.

“Jika dihitung untuk tujuan yang sama, minimal menghemat 30 persen,” ucap Herwidiakto saat dihubungi Kompas.com, Kamis (7/2/2019).

Penghematan itu dengan melihat standar yang sama dalam penghitungan biaya operasional kendaraan yang digunakan.

Baca juga: Tarif Tol Trans-Jawa, Mahal Tapi Tidak Bikin Stres

Dia menuturkan, seharusnya pengusaha logistik tidak hanya memikirkan biaya yang harus diberikan kepada pengemudi angkutannya untuk membayar tarif tol, melainkan juga faktor lainnya seperti efisiensi.

“Harusnya pengusaha logistik jangan melihat tambahan biaya tol ke sopir, tapi harus dilihat juga unsur-unsur biaya lainnya,” imbuh Herwidiakto.

Unsur lain yang dimaksud yakni menyangkut faktor teknis dan non-teknis. Faktor teknis itu berupa kondisi mesin kendaraan yang digunakan dan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Suasana jalan tol Tangeang-Jakarta saat uji coba sistem ganjil genap di Pintu Tol Kunciran 2, Tangerang, Banten, Senin (16/4/2018). Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menargetkan, kebijakan sistem ganjil-genap di tol Tangerang-Jakarta bisa mengurangi kepadatan menuju Jakarta hingga 50 persen.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBEL Suasana jalan tol Tangeang-Jakarta saat uji coba sistem ganjil genap di Pintu Tol Kunciran 2, Tangerang, Banten, Senin (16/4/2018). Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menargetkan, kebijakan sistem ganjil-genap di tol Tangerang-Jakarta bisa mengurangi kepadatan menuju Jakarta hingga 50 persen.
Sementara faktor non-teknis yakni kemacetan yang dialami di jalan, waktu perjalanan, serta keamanan dan kenyamanan dalam perjalanan.

“Pikirkan juga soal efisiensi dan penghematan. Kendaraan awet, misalnya mesin tidak aus karena sebelumnya sering berhenti di traffic light, remnya, dan BBM. Juga soal waktu, ada pasar tumpah, dan kenyamanan. Di tol tidak stres karena bersaing dengan roda dua, dan faktor lain,” ucapnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X