Tak Biasa, Hotel Bintang Lima di Bekas Area Tambang China - Kompas.com

Tak Biasa, Hotel Bintang Lima di Bekas Area Tambang China

Kompas.com - 28/01/2019, 21:36 WIB
Shimao Wonderland Intercontinental di dekat Shanghai, China.Dezeen.com Shimao Wonderland Intercontinental di dekat Shanghai, China.

KOMPAS.com – Sudah lazim diketahui bahwa hotel bintang lima biasanya berada di pusat kota atau di suatu kawasan wisata terkenal. Namun, berbeda halnya dengan hotel satu ini.

Shimao Wonderland Intercontinental, hotel ini terletak di bekas lokasi tambang yang memiliki kedalaman 88 meter di dekat Kota Shanghai, China.

Jika hotel lain terlihat menarik karena memiliki ketinggian yang menjulang ke atas, maka hotel ini dirancang bertingkat ke bawah permukaan tanah sedalam 16 lantai dan terdiri dari 337 kamar.

Penginapan mewah ini terdiri dari 337 kamar ini turun 16 lantai di bawah permukaan tanah di bekas tambang dan digambarkan oleh studio sebagai pelapis tanah.

Otak di balik desain hotel ini yaitu arsitek Martin Jochman dari biro arsitektur Jade + QA yang berbasis di London dan Shanghai.

Dia menciptakan konsep hotel ini saat bekerja untuk konsultan desain bangunan Atkins. Berkat karyanya ini, dia berhasil memenangi kompetisi desain arsitektur pada 2006.

"Konsep bangunan ini terinspirasi dari lokasi tambang di sana dan lingkungan alam yang perlu diseimbangkan sesuai prinsip Tao yang dikenal dengan yin yang," kata Jochman, seperti dipublikasikan Dezeen.com, Sabtu (26/1/2019).

Shimao Wonderland Intercontinental di dekat Shanghai, China.Jade + QA Shimao Wonderland Intercontinental di dekat Shanghai, China.
Bangunannya berbingkai baja dan melekat pada permukaan tebing di salah satu sisi lokasi tambang itu.

Hanya ada dua lantai yang posisinya di atas permukaan tanah, sedangkan dua lantai paling bawah berada di bawah permukaan air.

Kamar-kamar di hotel itu dibangun melekat ke dinding berbatu di lokasi tambang tersebut.

Di salah satu bagian gedung, terlihat struktur kaca berbentuk menyerupai air terjun yang di dalamnya terdapat lift sebagai akses ke semua lantai sekalilgus bisa mengamati kondisi bangunan lainnya.

Ada tiga elemen utama dari bangunan yang berasal dari sifat di lokasi itu.

Pertama, bukit hijau yang diwujudkan berupa atap hijau dua lantai sebagai penutup bangunan di atas permukaan tanah.

"Kedua, taman gantung yang seolah-olah menjadi ruang tamu bersayap dengan bentuk cembung dan cekung. Ketiga, kaca berbentuk air terjun di bagian tengah," ucap Jochman.

Untuk area publik, posisinya terletak di bagian paling atas dan bawah bangunan yang berisi kamar-kamar utama.

Dua lantai yang berada di atas tanah berfungsi sebagai ruang resepsionis, restoran, dan sejumlah ruang pertemuan.

Adapun kolam renang dan ruang pertemuan lainnya terletak di tepi danau, yang posisinya 14 lantai di bawah permukaan tanah.

Sedangkan dua lantai paling bawah berisi restoran dan sejumlah kamar tidur yang langsung menghadap ke akuarium bawah laut.

Restoran di Shimao Wonderland Intercontinental, China.Jade + QA Restoran di Shimao Wonderland Intercontinental, China.
Pembangunan hotel unik yang berlokasi di bekas proyek pertambangan ini memberikan tantangan kepada para perancangnya.

Restoran di Shimao Wonderland Intercontinental, China.Jade + QA Restoran di Shimao Wonderland Intercontinental, China.
Butuh 12 tahun bagi mereka untuk mendesain dan membangun struktur yang melekat ke dinding lokasi tambang itu.

"Menurut saya, tantangan terbesarnya adalah merancang bangunan yang memenuhi aturan seismik dan belum pernah dibuat sebelumnya. Semacam bangunan tinggi yang diikat di kedua ujungnya, seperti pengeruk tanah terbalik," imbuh Jochman.

Namun, ada pula berbagai masalah teknis dan operasional terkait dengan bangunan di lokasi yang unik dan sulit seperti itu, antara lain mengenai jalur keselamatan saat terjadi kebakaran, banjir, bahkan ketika batu yang berjatuhan.

Dia merasa yakin bahwa hotel ini bisa menjadi contoh bagi bangunan lain tentang cara mengembangkan suatu lokasi industri yang tidak terpakai lagi.

Meskipun dulunya area pertambangan, tetapi kemudian bisa diremajakan dan digunakan kembali untuk tujuan komersial.

"Kami sudah mengerjakan Eden Project di Cornwall, Sunway di Kuala Lumpur, dan proyek lainnya, tetapi Shimao Wonderland Intercontinental menjadi inspirasi luar biasa mengenai cara memanfaatkan situs usang yang ternyata bisa digunakan untuk bersenang-senang, yaitu dengan menyeimbangkan antara manusia dan lingkungan buatan," pungkas Jochman.



Close Ads X