Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Society 5.0", Solusi Jepang Atasi Defisit Penduduk dan Infrastruktur

Kompas.com, 28 Januari 2019, 11:54 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Pemerintah Jepang sudah mulai memperkenalkan Society 5.0 atau masyarakat 5.0 di mana teknologi digital diaplikasikan dan berpusat pada kehidupan manusia.

Dalam artikel Mayumi Fukuyama, laman Japan Economic Foundation, pada dasarnya Jepang sedang mempersiapkan "masyarakat yang sangat cerdas". Visi ini dikenalkan pertama kali pada 2016.

Dalam rencananya, masyarakat di negara ini akan mengadopsi seluruh teknologi, mulai dari kecerdasan buatan, big data, penggunaan Internet of Things (IoT), hingga drone dalam kehidupan sehari-hari.

"Era ini akan mengubah kebiasaan dan kehidupan dalam berbagai aspek, seperti kesehatan, finasial, monilitas, infrastruktur, dan-lain-lain," kata Fukuyama.

Baca juga: Jepang Menjelang 5.0 Society dan Era Menikmati Hidup

Dalam ajang World Economic Forum (WEF), Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menjelaskan visinya mengenai masyarakat 5.0. Menurutnya, masyarakat 5.0 akan dihubungkan oleh data untuk meningkatkan pertumbuhan di masa depan.

"Layanan kesehatan dan pendidikan, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, akan menyentuh desa-desa di kawasan terpencil," ujar Abe.

Tantangan yang dihadapi

Benteng Wakayama di Wakayama City, Wakayama, Jepang. DOK. Visit Wakayama Benteng Wakayama di Wakayama City, Wakayama, Jepang.
Dirilisnya visi masyarakat 5.0 merupakan jawaban dari tantangan yang kini sedang dihadapi oleh Jepang.

Negara ini sedang menghadapi masalah akibat berkurangnya populasi. Hal ini menyebabkan penduduk usia produktif berkurang.

Jumlah penduduk usia produktif yang kini berada di angka 77 juta jiwa diperkirakan akan berkurang sebesar 70 persen menjadi 53 juta pada 2050.

Sementara itu, menurut Japan Times, populasi di atas usia 65 tahun sebanyak 27,3 persen dari total penduduk Jepang pada 2013. Persentase ini akan meningkat hingga sebesar 38,4 persen pada 2065.

Selain itu, banyak infrastruktur dasar juga dibangun sebagai bagian dari pembangunan skala besar selama periode pertumbuhan ekonomi dari tahun 1950-1970.

Kini setelah 50 tahun berlalu, mayoritas dari infrastruktur tersebut dalam kondisi yang buruk.

Tantangan ini merupakan hal yang akan dihadapi banyak negara di kemudian hari. Dari perspektif ini, Jepang merupakan negara canggih yang menghadapi tantangan canggih pula.

Penerapan

Ilustrasi drone yang dilengkapi kamera untuk merekam atau mengambil gambar.THINKSTOCK Ilustrasi drone yang dilengkapi kamera untuk merekam atau mengambil gambar.
Jepang telah merencanakan berbagai hal untuk mengurangi masalah kekurangan tenaga kerja. Salah satunya adalah mengembangkan teknologi drone dan alat transportasi tanpa alat.

Drone akan digunakan sebagai alat dalam pengiriman barang. Mengutip dokumen Abenomics 2018, model pengiriman barang ini akan mulai digunakan di daerah pegunungan pada 2020.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau