"Society 5.0", Solusi Jepang Atasi Defisit Penduduk dan Infrastruktur

Kompas.com - 28/01/2019, 11:54 WIB
Ilustrasi drone yang dilengkapi kamera untuk merekam atau mengambil gambar. THINKSTOCKIlustrasi drone yang dilengkapi kamera untuk merekam atau mengambil gambar.

Selain itu, banyak infrastruktur dasar juga dibangun sebagai bagian dari pembangunan skala besar selama periode pertumbuhan ekonomi dari tahun 1950-1970.

Kini setelah 50 tahun berlalu, mayoritas dari infrastruktur tersebut dalam kondisi yang buruk.

Tantangan ini merupakan hal yang akan dihadapi banyak negara di kemudian hari. Dari perspektif ini, Jepang merupakan negara canggih yang menghadapi tantangan canggih pula.

Penerapan

Jepang telah merencanakan berbagai hal untuk mengurangi masalah kekurangan tenaga kerja. Salah satunya adalah mengembangkan teknologi drone dan alat transportasi tanpa alat.

Drone akan digunakan sebagai alat dalam pengiriman barang. Mengutip dokumen Abenomics 2018, model pengiriman barang ini akan mulai digunakan di daerah pegunungan pada 2020.

Sementara itu, pemerintah juga akan mengenalkan layanan transportasi tanpa awak akan digunakan di daerah-daerah yang mengalami kekurangan penduduk.

Layanan ini akan segera dikomersialkan pada 2020. Tes akan dilakukan baik di kota maupun di pegunungan.

Tak hanya transportasi publik, Jepang juga akan menggunakan alat transportasi otomatis untuk mengurangi kekurangan sopir truk untuk distribusi barang.

Ilustrasi smart citySHUTTERSTOCK Ilustrasi smart city
Perencanaan perkotaan juga akan memasukkan layanan transportasi baru ini dengan data untuk memastikan bahwa sistem transportasi yang efisien dapat dibangun di daerah dengan populasi usia tua yang tinggi.

Perencanaan kota juga akan memasukkan pilihan mobilitas lain bagi penduduknya, termasuk moda transportasi otomatis, dan alat transportasi berbagi.

Selain itu, aplikasi juga akan digunakan untuk menyebarkan data mengenai transportasi. Cara ini diyakini mampu mengurangi kemacetan di perkotaan terutama selama jam-jam sibuk dan acara besar.

Sementara itu, pengunaan robot dan sensor akan dimaksimalkan untuk mengurangi pekerjaan berat, seperti inspeksi dan perawatan. Hal ini juga sekaligus dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan.

Lebih lanjut, Pemerintah Jepang juga memperkenalkan penggunaan data untuk meningkatkan presisi proses konstruksi, pembaruan, serta pemeliharaan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X