"Co-living", Konsep Berbagi Hunian yang Kembali Menjadi Tren

Kompas.com - 24/01/2019, 21:00 WIB
Roam co-living housing di Ubud, Bali. DezeenRoam co-living housing di Ubud, Bali.

JAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena berbagi telah menjadi salah satu gaya hidup saat ini. Sebut saja layanan berbagi kendaraan, pakaian, bahkan rumah.

Co-living atau communal living sering diartikan sebagai hunian bersama. Tren ini terinspirasi dari model hunian asrama siswa yang didorong tingginya biaya untuk memiliki tempat tinggal.

Menurut Euromonitor, hunian bersama biasanya menyediakan akomodasi jangka pendek. Konsep ini bukanlah hal baru.

Bahkan, laporan yang dirilis Knight Frank pada 2018, konsep dasar model hunian ini sudah ada di beberapa negara.

Baca juga: Tiga Jenis Hunian Bakal Booming Tahun Ini

Beberapa di antaranya adalah desa-desa pada abad pertengahan, biarawan yang hidup di biara, asrama siswa, perumahan pasca Perang Dunia II, dan masih banyak lagi.

Sementara menurut Business Times, konsep co-living pertama kali muncul di negara-negara barat pada abad ke-19, yang berawal dari konsep asrama bagi siswa.

Kini, konsep co-living atau hunian bersama berkembang menjadi menjadi ruang berbagi bagi orang dewasa. Tren ini kembali berkembang sejak 2010.

-PMG | BRIAN KOLES -
Digemari milenial

Di beberapa negara tren co-living menjadi favorit. Menurut Enterpreneur, ada beberapa alasan mengapa hunian bersama ini digemari, khususnya oleh milenial:

1. Hunian bersama telah berevolusi dari rumah-rumah yang belum selesai hingga ke apartemen yang megah. Mayoritas ruang-ruang di hunian bersama ini dirancang sesuai selera milenial.

2. Ruang pada hunian bersama dirancang untuk mengurangi pekerjaan rumah yang tidak perlu. Hal ini membuat penghuni tidak harus melakukan pekerjaan rumah harian.

3. Hunian bersama memudahkan penghuni untuk "memiliki" semua aspek yang ada di dalam rumah, seperti ruang, perabot, dan perlengkapan lain. Bukan hanya itu, penghuni khususnya milenial juga mendapatkan koneksi dan akses ke komunitas yang juga menempati properti tersebut.

4. Hunian bersama atau co-living merupakan perpaduan sempurna untuk bersosialisasi sekaligus menjaga privasi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X