Milenial, Ini Cara Mudah Punya Rumah - Kompas.com

Milenial, Ini Cara Mudah Punya Rumah

Kompas.com - 24/01/2019, 18:00 WIB
Ilustrasi rumahWentao Li Ilustrasi rumah


JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak generasi muda zaman sekarang atau populer dengan istilah generasi milenial, sudah memiliki pekerjaan dan penghasilan. Mereka berprofesi sebagai karyawan, dan bahkan pengusaha.

Setelah mempunyai penghasilan, tidak sedikit dari mereka yang berencana membeli rumah sesuai selera dan kemampuan.

Financial Trainer QM Financial Ligwina Hananto mengatakan, cara pertama supaya generasi milenial bisa membeli rumah yaitu harus mempunyai keuangan yang sehat.

Artinya, ada penghasilan yang mereka dapat dari pekerjaan atau usaha yang dilakukan.

Baca juga: Aksesibilitas, Pertimbangan Utama Milenial Beli Hunian

Bagi anak muda yang baru lulus kuliah dan sudah mulai bekerja, menurut dia, harus menyisihkan uangnya untuk ditabung paling tidak 10 persen setiap bulan dari pendapatannya.

"Punya keuangan yang sehat. Walau gajinya baru fresh graduate, tapi sudah mulai dengan pola menabung yang baik minimal 10 persen gaji," ujar Ligwina kepada Kompas.com di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Cara kedua yaitu mulai mengumpulkan uangnya untuk membayar uang muka atau dwon payment (DP) jika nantinya benar-benar ingin membeli rumah.

"Menunda beli rumah boleh, tapi jangan menunda mengumpulkan down payment (DP) ya," ucap Ligwina.

Kemudian, cara ketiga yakni menggunakan produk keuangan dari perbankan secara bijaksana. Produk keuangan itu bisa berupa tabungan dan deposito.

Baca juga: Pemerintah Rumuskan Skema Perumahan Milenial

Hal itu dapat diterapkan dalam jangka pendek yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk membayar uang muka pembelian rumah.

"Bijak menggunakan produk. Untuk tujuan jangka pendek, seperti DP rumah, cukup dengan tabungan dan deposito," imbuhnya.

Ligwina menambahkan, ada jenis produk keuangan lain yang bisa digunakan untuk meningkatkan jumlah dananya, misalnya melalui investasi saham dan berjualan pakaian batik.

Namun, jika suatu saat hasil investasi atau penjualan barang itu sudah diperoleh, maka harus dikumpulkan kembali untuk dimasukkan ke tabungan dan deposito.



Close Ads X