Aksesibilitas, Pertimbangan Utama Milenial Beli Hunian

Kompas.com - 24/01/2019, 14:32 WIB
Pusat informasi MRT Jakarta berbentuk kereta di Taman Dukuh Atas, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019). Pusat informasi akan melayani masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh tentang semua hal yang berkaitan dengan transportasi massal yang akan mulai beroperasi pada bulan Maret mendatang.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pusat informasi MRT Jakarta berbentuk kereta di Taman Dukuh Atas, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019). Pusat informasi akan melayani masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh tentang semua hal yang berkaitan dengan transportasi massal yang akan mulai beroperasi pada bulan Maret mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jika dulu lokasi menjadi pertimbangan seseorang dalam membeli hunian, kini fenomenanya mulai berbeda.

Aksesibilitas berada pada posisi utama dalam konsiderasi konsumen, terutama kalangan milenial, memilih tempat tinggal.

Ketua Umum DPP Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Lukas Bong mengungkapkan hal tersebut saat diskusi bertajuk 'Proyeksi Arah Properti 2019: Memanfaatkan Kesempatan untuk Bertahan di Tahun 2019' di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

"Sekarang kalau bicara lokasi, memang masih ada. Tapi terkait akses. Yang aksesibilitasnya bagus," kata Lukas.

Dia menambahkan, kalau lokasinya bagus di tengah kota, namun sulit diakses oleh transportasi publik, bakal tak dilirik calon konsumen dengan rentang usia 25-35 tahun ini.

Hal lain yang juga menjadi pertimbangan yaitu latar belakang pengembang yang membangun properti.

Baca juga: Milenial Jangan Mimpi Punya Rumah kalau Gaya Hidup Masih Boros!

Rekam jejak demikian penting. Terlebih pada era keterbukaan informasi seperti ini. Sedikit saja noda pada catatan sejarah pengembang tersebut, maka calon konsumen emoh membeli properti yang mereka bangun.

Selain itu, pengembang yang bersangkutan pun harus dapat memberikan penawaran menarik. Misalnya konsep pembayaran uang muka atau down payment (DP) yang dapat diangsur beberapa kali tanpa bunga, harga kompetitif, dan juga potongan harga.

"Ini yang sangat menentukan. Benang merahnya ke milenial, ini kalau bicara cara bayar dan juga fasilitas," ujarnya.

Bila dikaitkan dengan milenial, tambah Lukas, maka pertimbangan mereka dalam membeli hunian lebih kepada aspek akses, fasilitas, harga dan cara pembayaran.

Milenial, juga tidak terlalu tertarik pada gimmick yang ditawarkan pengembang, seperti hadiah kendaraan maupun alat elektronik lainnya.

"Buat milenial itu kurang menarik. Mereka cenderung melihat cara bayarnya. DP murah dan ditarik cara bayarnya," tutup dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X