Arsitek, Profesi Unik dengan Penghasilan Melebihi Pekerja Kantoran

Kompas.com - 17/12/2018, 21:00 WIB
Ilustrasi arsitek ShutterstockIlustrasi arsitek

"Tapi memang keistimewaan arsitek adalah di situ, di posisi yang khusus sebagai pencipta, punya ide kreatif, selain juga dianggap sudah memiliki semua dasar teknis yang sudah tidak dipertanyakan lagi," imbuh dia.

Merujuk Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2017 Tentang Arsitek, untuk menjadi arsitek, seseorang wajib memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA).

Sedangkan untuk memiliki surat tanda tersebut, seseorang harus mengikuti kegiatan magang paling singkat selama minimal dua tahun.

Kegiatan magang ini juga bisa menjadi awal dari jenjang karir arsitek setelah menyelesaikan pendidikan arsitektur.

Djuhara menambahkan, setelah seseorang mendapatkan surat tersebut, maka dia sudah dapat berpraktik mandiri.

"Sebelum lulus ujian kompetensi, belum bisa disebut arsitek, masih lulusan arsitektur saja," terang dia.

Bahkan, arsitek juga perlu mengikuti alur proses pendidikan arsitek. Hal ini didapat melalui magang kepada mentor yang berpengalaman.

"Dia akan bisa mengerjakan proyek sendiri berdasarkan fee atau honorarium sesuai kontrak kerja sebagai arsitek," imbuh dia.

Sedangkan menurut dia, penghasilan arsitek juga dapat dilihat dari posisinya di kantor arsitek. Jika di posisi paling bawah semestinya tidak boleh kurang dari Upah Minimum Regional (UMR).

Selain itu, penghasilan seorang arsitek juga dapat dihitung dari jumlah total biaya suatu proyek. Menurutnya, arsitek dapat memperoleh bagian dua hingga delapan persen dari total biaya tersebut.

Dengan kata lain, penghasilan arsitek bisa melebihi pekerja kantoran yang masih menerima gaji bulanan.

"Jadi mestinya sudah tidak makan dari gaji lagi, bahkan sudah bisa punya kantor sendiri," pungkas Djuhara. 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X