Kian Canggih, Kini Lampu Bisa Terkoneksi “Internet of Things” - Kompas.com

Kian Canggih, Kini Lampu Bisa Terkoneksi “Internet of Things”

Kompas.com - 12/12/2018, 13:07 WIB
Lewat teknologi Internet of Things, pengguna kini tak perlu lagi memusingkan masalah lampu yang lupa dimatikan.KOMPAS.com/ALEK KURNIAWAN Lewat teknologi Internet of Things, pengguna kini tak perlu lagi memusingkan masalah lampu yang lupa dimatikan.

KOMPAS.com – Kerlap-kerlip cahaya lampu menghiasi seisi atrium utama sebuah mal di Jakarta. Dalam hitungan detik, lampu-lampu tersebut berganti warna mulai dari warna dasar kuning, merah, biru, hingga warna sekunder, seperti biru turquoise, ungu, serta oranye.

Suasana semakin semarak ketika bangunan utama, yakni Menara Gaze of Light mengeluarkan berbagai cahaya warna-warni dalam satu waktu. Momen itu mampu menghipnotis para pengunjung mengeluarkan smartphone mereka untuk mengabadikan momen tersebut.

Menara Gaze of Light itu diibaratkan sebagai ikon sebuah kota. Pencahayaan yang bisa berubah-ubah itu diatur dengan mudah oleh teknologi  Internet of Things (IoT). 

Tak hanya itu, pengunjung pun dapat merasakan suasana lain dari berbagai ruangan yang juga dilengkapi oleh teknologi IoT. Salah satu ruangan yang paling banyak menyita perhatian adalah ruang tidur yang didesain minimalis dengan pencahayaan lampu otomatis.

Dengan teknologi itu, cahaya atau lampu jadi bisa diatur mulai dari pijar, warna, sampai lama penggunaannya.  Oleh karena itu,  teknologi ini disinyalir dapat memberikan efisiensi pada penggunaan energy cahaya.  

Lina (34) salah satu pengunjung  takjub dengan teknologi pada ruangan tersebut.

“Biasanya kan kita lupa mematikan lampu kamar kalau sudah siang, nah itu yang buat pengeluaran biaya listrik bulanan jadi besar.Tapi kalau pakai teknologi ini, meski kita lupa mematikan lampu ya enggak masalah, soalnya otomatis lampunya akan menyesuaikan,” ujar Lina kepada Kompas.com, Minggu (9/12/2018).

Untuk merasakan pengalaman langsung teknologi tersebut, Anda pun bisa mendatangi pameran City of Light yang digelar mulai 1 Desember 2018 hingga 13 Januari 2019 di Main Atrium, Senayan City, Jakarta.

“Melalui pameran City of Light ini kami ingin menunjukkan bagaimana IoT dan sistem pencahayaan jaringan dapat mengubah dan meningkatkan gaya hidup,” ujar Country Leader Signify Indonesia Rami Hajjar pada pembukaan pameran City of Light di Senayan City, Jakarta, Senin (3/12/18).

Menara Gaze of LightKOMPAS.com/ALEK KURNIAWAN Menara Gaze of Light

Selain teknologi pada Menara Gaze of Light, pengunjung juga bisa merasakan teknologi lainnya, yakni Interact dan Light Fidelity (LiFi).

Menghasilkan koneksi internet

Siapa sangka cahaya lampu yang biasa dipakai sebagai alat penerangan, dengan IoT  pun bisa menghasilkan koneksi internet.

Dilansir dari Kompas.com, Rabu (21/3/2018), bandwitch cahaya terbilang besar dan sesuai untuk koneksi yang stabil dan simultan. Oleh karena itu, sumber energy ini bisa dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi perangkat IoT.

Adalah Signify, salah satu perusahaan teknologi yang mencoba mengeluarkan produk inovatif untuk kebutuhan itu. 

Pembukaan pameran City of Light di Senayan City, Jakarta, Senin (3/12/18). Pameran ini akan digelar mulai 1 Desember 2018 hingga 13 Januari 2019.Dok. Signify Indonesia Pembukaan pameran City of Light di Senayan City, Jakarta, Senin (3/12/18). Pameran ini akan digelar mulai 1 Desember 2018 hingga 13 Januari 2019.

Mengulik lebih dalam, cara kerja produk tersebut dengan mengubah gelombang cahaya pada lampu LED menjadi koneksi internet yang stabil.

Saat ini koneksi internet umumnya berasal dari frekuensi radio. Sayangnya, semakin padatnya frekuensi radio, maka koneksi internet pun akan menjadi kurang stabil jika digunakan oleh banyak perangkat secara bersamaan.

Memang, cara kerja dari teknologi yang diberi nama Light Fidelity (LiFi) ini hamper sama dengan WiFi yang merupakan teknologi nirkabel dua arah. Perbedaannya adalah sumber energi yang digunakan LiFi tidak dihasilkan dari gelombang radio, melainkan gelombang cahaya.

Teknologi nirkabel LiFi ini juga memiliki kecepatan lebih tinggi dan stabil disbanding WiFi. Hal ini karena LiFi tidak sensitif terhadap gangguan gelombang lainnya.

Mengubah cahaya menjadi data

Selain dapat menghasilkan koneksi internet, cahaya lampu ternyata juga bisa diubah menjadi data berbasis awan (cloud).

Lagi-lagi Signify kembali menjadi motor utama dalam pengembangan teknologi bernama Interact ini.

“Sejak dulu kala, kita menggunakan cahaya untuk berkomunikasi, misalnya saja tanda SOS. Konsep itulah yang dihadirkan kembali ke produk-produk kami dengan memanfaatkan teknologi IoT dan jaringan pencahayaan yang ada,” ujar Country Manager Signify Indonesia Sau Hong Lim dalam sambutannya di Senayan City, Jakarta, Senin (3/12/18).

Interact, lanjut Lim, merupakan sistem pencahayaan yang terkoneksi dan didesain untuk menangani data yang dikumpulkan dari titik lampu, perangkat, dan sistem sensor terkoneksi.

Melalui platform ini, pengguna dapat mengakses dan melakukan manajemen data secara cepat dan praktis. Selain itu, Interact juga mampu mengubah sistem dari titik-titik pencahayaan individu menjadi titik-titik data yang terintegrasi.

Sejauh ini, Interact telah menghadirkan enam layanan esensial yang terdiri dari Interact OfficeInteract IndustryInteract LandmarkInteract CityInteract RetailInteract Sport, dan Interact Hospitality.

Contoh ruangan kantor yang menggunakan teknologi Interact Office pada pameran City of Light di Senayan City, Jakarta.KOMPAS.com/ALEK KURNIAWAN Contoh ruangan kantor yang menggunakan teknologi Interact Office pada pameran City of Light di Senayan City, Jakarta.

Masing-masing dari layanan tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan namanya. Sebagai contoh, Interact Office. Pada layanan ini, para penggunaakan mendapatkan insight dalam memprediksi seseorang menggunakan ruang kantor.

Informasi mendalam itu nantinya bisa menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen kantor untuk melakukan penghematan energi. Caranya adalah dengan mengoptimalkan penggunaan ruang kantor serta mendukung desain bangunan yang lebih baik.

Selain Interact OfficeInteract Hospitality juga memiliki fungsi yang hamper sama pada bisnis hotel. Layanan ini bisa dimanfaatkan oleh manajemen hotel untuk meningkatkan pengalaman yang diterima oleh pengunjung .

Selain itu, Interact Hospitality juga dapat meningkatkan efisiensi pekerja melalui pemberian informasi yang relevan bagi manajemen, mulai dari memberitahu status kamar tamu, memproses permintaan (request) dari tamu, hingga ke pengaturan suhu kamar.

Dengan demikian, efisiensi dan efektivitas energi pun dapat tercapai.

“Nantinya, sistem pencahayaan tersebut akan membuat kehidupan di dunia ini menjadi lebih cerah, lebih baik, lebih aman, dan lebih produktif,” ujar Rami.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X