Masyarakat Berhak Tahu Informasi Pengembangan Kawasan TOD

Kompas.com - 11/12/2018, 18:04 WIB
Diskusi bertema Building Jakarta Upwards di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), Jakarta, Senin (10/12/2018). KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEADiskusi bertema Building Jakarta Upwards di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), Jakarta, Senin (10/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran hunian berkonsep transit oriented development (TOD) di suatu kawasan terkait erat dengan fasilitas transportasi massal.

Untuk di wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga, angkutan umum yang sekarang menjadi andalan banyak orang adalah Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line.

Selain cakupannya meliputi Jabodetabek, harga tiketnya juga dinilai masih terjangkau untuk masyarakat dari semua kelas ekonomi.

Baca juga: Kembangkan TOD, Pemerintah Tak Punya Visi

Namun sayangnya, masyarakat yang tinggal di kawasan TOD tidak mengetahui secara persis tentang rencana pengembangan wilayah tempat tinggalnya.

Padahal, seharusnya itu menjadi hak mereka agar bisa menindaklanjuti bagaimana memperlakukan tanah dan bangunan yang dimiliki di kawasan itu.

Associate Director Pandega Desain Weharina (PDW) Architect Gito Wibowo memberikan contoh di Stasiun Manggarai, Jakarta.

Dari dulu sampai sekarang, kawasan itu tidak mengalami perkembangan signifikan. Masyarakat yang tinggal di sekitarnya pun tidak mengetahui secara pasti akan dijadikan apa daerah tersebut.

"Bayangkan di kanan kiri Manggarai begitu-begitu saja. Ada KRL dari dulu, tapi enggak dilakukan apa-apa. Itu enggak punya visi, walaupun ada plan-nya. Juga enggak ada yang tahu kalau Manggarai akan jadi stasiun besar seperti Gambir," ungkap Gito dalam suatu diskusi di Jakarta, Senin (10/12/2018).

Padahal, Stasiun Manggarai merupakan stasiun penting di Jakarta yang menjadi transit KRL dari empat wilayah, yaitu Bogor, Bekasi, Jakarta Kota, dan Tanah Abang.

Selain itu, sebagian kereta 6dari dan menuju ke luar area Jabodetabek juga berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di sana, misalnya kereta ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X