Eksotis, Atap Bandara Filipina Terbuat dai Kayu Laminasi - Kompas.com

Eksotis, Atap Bandara Filipina Terbuat dai Kayu Laminasi

Kompas.com - 03/12/2018, 17:00 WIB
Mactan Cebu International AirportIntegrated Design Associates Mactan Cebu International Airport

KOMPAS.com - Ada yang unik dari atap Terminal 2 Mactan Cebu International Airport. Atap melengkung yang ada di terminal tersebut terbuat dari material kayu laminasi.

Bangunan terminal ini dirancang oleh studio asal Hongkong, Integrated Design Associates, dan bekerja sama dengan firma lokal, Budji Royal dan desainer Kenneth Cobonpue.

Baca juga: 2020, Konstruksi Bandara Baru Vietnam Dimulai

Mereka merancang Terminal 2 untuk dapat menampung hingga 12,5 juta penumpang per tahun.

Bentuk atap yang melengkung terinspirasi dari pola ombakIntegrated Design Associates Bentuk atap yang melengkung terinspirasi dari pola ombak
Bentuk atap yang melengkung terinspirasi dari pola ombak. Model ini juga mengingatkan penumpang akan bentuk atap katedral bergaya klasik.

Sementara lengkungan besar pada bagian atap membentang sepanjang 30 meter, yang terbuat dari kayu laminasi.

Baca juga: Karya Zaha Hadid, Desain Bandara Baru Beijing Mirip Pesawat Alien

"Kesan pertama bagi pengunjung dari seluruh penjuru dunia, Terminal 2 dipahami sebagai gerbang masuk baik secara harfiah maupun simbol ke Filipina," ujar tim proyek.

Penggunaan material kayu ekspos pada atap merupakan salah satu tujuan untuk memberikan suasana hangat dan ramah. 
Integrated Design Associates Penggunaan material kayu ekspos pada atap merupakan salah satu tujuan untuk memberikan suasana hangat dan ramah.
"Kerangka lengkungan dibiarkan terekspos pada bagian bawahnya," jelas arsitek.

Hal ini kemudian menghasilkan keunikan tersendiri bagi interior terminal. Menurut arsitek pembangunan proyek ini, penggunaan material kayu ekspos pada atap merupakan salah satu tujuan untuk memberikan suasana hangat dan ramah.

Selain itu, kerangka atap yang bergelombang ini juga mengurangi penggunaan tiang, sekaligus memberikan ruang yang lebih lega dan luas.

Bahkan pimpinan proyek mengklaim, pembangunan ini membantu menampilkan keramahan khas masyarakat Filipina.

Meja check-in dibuat lebih rendah dibanding yang biasanya ditemukan di bandara lainIntegrated Design Associates Meja check-in dibuat lebih rendah dibanding yang biasanya ditemukan di bandara lain
Suasana keramahan juga ditunjukkan dengan meja check-in yang dibuat lebih rendah dibanding yang biasanya ditemukan di bandara lain, sehingga penumpang dapat berinteraksi dengan para staf.

Selain material kayu, lantai teraso pada terminal dan dinding yang tertutup lumut pada kamar mandi juga merefleksikan keindahan alam yang tersebar di seluruh kepulauan di negara tersebut.



Close Ads X