Panzi, Rumah Sakit Percontohan di Kongo

Kompas.com - 13/11/2018, 08:15 WIB
Setelah perang, rumah sakit memperluas fokusnya untuk melayani korban kekerasan seksual. White Arkitekter Setelah perang, rumah sakit memperluas fokusnya untuk melayani korban kekerasan seksual.

Desain rumah sakit terdiri dari dua komponen berbeda. Satu tempat difungsikan sebagai bangsal perawatan intensif, sementara tempat lainnya berfungsi sebagai bangsal persalinan.

Sedangkan serangkaian paviliun modular dua lantai dibangun sebagai ruang pasca kelahiran dan unit rawat jalan.

Sementara setiap ruang bagi pasien dirancang untuk dapat menampung 8 hingga 16 orang. Tim arsitek juga menyediakan ruang pasien yang lebih kecil. Ruangan ini mampu menampung satu sampai dua tempat tidur.

Setiap unit kamar dirancang agar memiliki akses langsung ke taman. Hal ini sekaligus sebagai salah satu terapi untuk pemulihan pasien.

"Selama studi kelayakan, kami selalu diingatkan bahwa arsitektur dapat membuat perubahan yang besar. Dalam jangka panjang, kami berharap dapat membuat model yang dapat digunakan untuk tempat penyembuhan di negara-negara berkembang," ujar kepala tim arsitek White Arkitekter, Christiana Caira.

Rancangan bangunan baru rumah sakit juga didesain agar aman terhadap gempa.Tim arsitek juga berusaha untuk memaksimalkan penggunaan material lokal.

Konsep bangunan untuk unit ibu dan anak dikembangkan oleh tim yang dipimpin oleh Dr Mukwege bersama dengan Profesor Ilmu Kesehatan, Marie BergWhite Arkitekter Konsep bangunan untuk unit ibu dan anak dikembangkan oleh tim yang dipimpin oleh Dr Mukwege bersama dengan Profesor Ilmu Kesehatan, Marie Berg
Pasokan cahaya matahari di dalam gedung juga menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Tim arsitek merancang kisi-kisi eksternal agar cahaya dapat masuk ke setiap ruangan, sekaligus memberikan keteduhan dari panas terik.

Selain panas, hal lain yang menjadi masalah adalah angin besar yang sering terjadi di Kongo. Datangnya angin ini menghasilkan kelembaban di dinding rumah sakit.

Untuk itu, arsitek merancang atap yang berfungsi melindungi dinding. Atap rumah sakit dibuat agar aiar hujan yang jatuh tidak langsung menembus konstruksi dinding.

Meski desain rumah sakit telah selesai, namun proses pembangunan masih berlangsung. Kelak jika sudah selesai, rumah sakit ini akan menjadi salah satu fasilitas yang menjadi percontohan di wilayah Republik Kongo dan sekitarnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X