Jalan menuju ruang pertunjukan ini didesain dengan bentuk yang tak biasa. Tim arsitek menggunakan pagar dari kayu untuk menunjukkan arah ke beberapa ruangan lainnya.
Tak hanya itu, ada pula beberapa ruangan yang digunakan sebagai tempat latihan bagi anggota orkestra, seperti ruang perkusi, piano, dan bagi penampil solo.
Ada pula ruang rekaman audio, ruang ganti pemain, perpustakaan, serta kantor administrasi.
Lebih lanjut, terdapat cafe sekaligus restoran, bagian atap bangunan yang menghadap ke laut.
Selain sebagai tempat pertunjukan seni, fasilitas ini akan digunakan sebagai tempat festival, workshop, dan pelatihan, khususnya bagi anak-anak yang berasal dari kalangan menengah ke bawah.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.