Bagian dari KSPN Danau Toba, Akses ke Pulau Samosir Diperbaiki

Kompas.com - 12/11/2018, 15:50 WIB
Kawasan Wisata Tele Geopark Danau Toba di Kabupaten Samosir . Kementerian PUPRKawasan Wisata Tele Geopark Danau Toba di Kabupaten Samosir .

“Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu, baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur,” ujar Basuki melalui keterangan tertulis, Senin (12/11/2018).

Selama ini akses utama dari Medan menuju ke Danau Toba dan Pulau Samosir melalui Parapat, kemudian menyeberang menggunakan feri.

Dibukanya Bandara Udara Internasional Silangit sebagai bandara internasional memberi alternatif akses menuju Danau Toba dan Samosir sehingga tidak hanya melalui Bandara Kualanamu di Medan.

Menara pandang

Kementerian PUPR melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) juga telah membangun menara pandang Kawasan Wisata Tele Geopark Danau Toba di Kabupaten Samosir yang berada di jalan akses menuju Pulau Samosir.

Keberadaan menara pandang itu untuk memberikan kesempatan bagi wisatawan menikmati pemandangan Danau Toba.

Jarak tempuh menuju ke lokasi wisata ini hanya ditempuh dua jam perjalanan dari Bandara Silangit.

Kawasan wisata ini juga dilengkapi fasilitas tempat istirahat (rest area) dua lantai berstandar internasional dan ramah lingkungan.

Di lantai satu terdapat toilet, mushala, ruang menyusui, dan area parkir.

Sementara itu, di lantai dua terdapat area seluas 214 meter persegi berupa rumah kaca sebagai ruang serbaguna berkapasitas 40 orang, spot swafoto, dan balkon.

Rest area Wisata Tele juga dilengkapi dengan instalasi pengolahan air dan limbah sehingga ramah lingkungan.

Pengolahan air baku menjadi air bersih yang dilakukan oleh Balitbang PUPR ini menggunakan teknologi multiple tray aerator dan pengolahan air siap minum melalui teknologi reverse osmosis.

Adapun pengolahan air limbahnya menggunakan teknologi biofil yang merupakan air limbah, kemudian diproses menggunakan sistem anaerobik dalam bak penampungan berkapasitas 5.000 liter yang nantinya dialirkan ke empat kolam sanita.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X