Mengenal Doddy A Tjahjadi, Juri Asia Property Awards 2018

Kompas.com - 09/11/2018, 17:08 WIB
Doddy A Tjahjadi (tengah) di antara para peserta Asia Property Awards 2018. Hilda B Alexander/Kompas.comDoddy A Tjahjadi (tengah) di antara para peserta Asia Property Awards 2018.

BANGKOK, KOMPAS.com – Peran juri dalam sebuah acara yang bersifat kompetitif sangatlah penting dan vital. Termasuk perhelatan Asia Property Awards 2018 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, 8-9 November 2018.

Dari total 13 juri grand final yang diketuai managing Director of Transform Architecture Vietnam, Thien Duong, terdapat nama Doddy A Tjahjadi.

Siapa dia?

Doddy merupakan sosok tak asing di bisnis properti dan dunia arsitektur Indonesia. Karya rancangannya bersama firma arsitektur yang dipimpinnya, PTI Architects, mampu mengubah tampilan visual Jakarta, maupun kota-kota lainnya di Indonesia.

Sebut saja Kuningan City Jakarta, Pantai Indah Kapuk Jakarta, Puri Indah Jakarta, Paragon City Semarang, dan Medan Center Point.

Baca juga: Pengembang Indonesia Optimistis Mampu Bersaing di Asia Property Awards

Di bawah kepemimpinannya, PTI Architects kerap mendapat posisi di antara 10 arsitek teratas di Indonesia sejak tahun 2005 dan hingga saat ini.

Doddy A Tjahjadi (kanan).Hilda B Alexander/Kompas.com Doddy A Tjahjadi (kanan).
Lulusan sarjana arsitektur dari Universitas New South Wales di Sydney dan gelar master dalam manajemen konstruksi dari universitas yang sama ini kerap mengatakan, bahwa sebuah karya arsitektur itu harus memudahkan manusia, selain memenuhi unsur estetika, fungsi, dan feasible secara bisnis.

“Dia tidak bisa berdiri sendiri, harus mampu mengakomodasi kebutuhan manusia, sebagai penghuni dari karya-karya desain yang kami hasilkan,” kata Doddy.

Kendati kompetisi Asia Property Awards 2018 juga diikuti sejumlah pengembang Indonesia yang kerap menggunakan jasanya sebagai konsultan arsitektur, Doddy mengaku harus obyektif dan bisa melihat seluruh kriteria penjurian secara komprehensif.

Untuk diketahui, ada delapan pengembang properti Tanah Air yang berkompetisi dengan pengembang dari 14 negara lainnya di ajang bergengsi Asia Property Awards 2018 untuk memperebutkan gelar "Best in Asia".

Kedelapan pengembang ini terpilih mewakili Indonesia setelah melalui seleksi sangat ketat sebelumnya dalam acara Indonesia Property Awards 2018 dengan dewan juri yang diketuai Doddy.

Menurut dia, Asia Property Awards 2018 bukan event biasa, melainkan sebuah kompetisi yang mempertaruhkan nama baik, karya properti dengan desain berkualitas, kinerja serta etos terbaik para pengembang.

"Ini sebuah pertarungan kualitas di atas kuantitas. Semua menampilkan karya-karya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan sektor properti serta dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang," ujar Doddy kepada Kompas.com, Rabu (7/11/2018).

Dia menuturkan, Sinarmas Land, Triniti Land, Genesis Indojaya, Agung Sedayu Group, Belaputera Intiland, Intiland Development, Permadani Khatulistiwa, dan Gamaland, akan menghadapi hegemoni dan pengaruh pengembang lainnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beli versus Ngontrak Rumah, Mana Lebih Menguntungkan?

Beli versus Ngontrak Rumah, Mana Lebih Menguntungkan?

Hunian
Perubahan Fungsi Kawasan Hutan Wajib Memiliki Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang

Perubahan Fungsi Kawasan Hutan Wajib Memiliki Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang

Berita
Tiga Bulan, Bumi Serpong Damai Cetak Marketing Sales Rp 2,5 Triliun

Tiga Bulan, Bumi Serpong Damai Cetak Marketing Sales Rp 2,5 Triliun

Berita
Pemerintah Jamin Kepastian Hukum Hak atas Tanah Masyarakat Adat Papua Barat

Pemerintah Jamin Kepastian Hukum Hak atas Tanah Masyarakat Adat Papua Barat

Berita
Video Viral Apartemen Menyerupai Piramida yang Bikin Susah Penghuninya

Video Viral Apartemen Menyerupai Piramida yang Bikin Susah Penghuninya

Apartemen
Warga Bisa Ekspor Langsung Melalui Terminal Multipurpose Labuan Bajo

Warga Bisa Ekspor Langsung Melalui Terminal Multipurpose Labuan Bajo

Kawasan Terpadu
444 Rumah Dibangun untuk Masyarakat Terdampak Proyek Bendungan Kuningan

444 Rumah Dibangun untuk Masyarakat Terdampak Proyek Bendungan Kuningan

Perumahan
[POPULER PROPERTI] Plus Minus Gunakan Panel Surya di Rumah

[POPULER PROPERTI] Plus Minus Gunakan Panel Surya di Rumah

Berita
Tahun Ini, Adhi Karya Bidik Kontrak Baru Senilai Rp 25 Triliun

Tahun Ini, Adhi Karya Bidik Kontrak Baru Senilai Rp 25 Triliun

Berita
Pemkab dan Pemkot di NTT Diminta Segera Validasi Data Kerusakan Rumah akibat Bencana

Pemkab dan Pemkot di NTT Diminta Segera Validasi Data Kerusakan Rumah akibat Bencana

Konstruksi
Trik Sederhana Bikin Rumah Sehat, Hijau, dan Hemat Energi

Trik Sederhana Bikin Rumah Sehat, Hijau, dan Hemat Energi

Tips
Daftar Lengkap Infrastruktur yang Dibangun di Kawasan Industri Terpadu Batang

Daftar Lengkap Infrastruktur yang Dibangun di Kawasan Industri Terpadu Batang

Kawasan Terpadu
Lippo Raup Marketing Sales Rp 1,31 Triliun, Didominasi Cendana Icon

Lippo Raup Marketing Sales Rp 1,31 Triliun, Didominasi Cendana Icon

Perumahan
Wajib Diketahui, Empat Peran Penting Penilai atau Appraisal Pertanahan

Wajib Diketahui, Empat Peran Penting Penilai atau Appraisal Pertanahan

Berita
Jual Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Waskita Raup Rp 824 Miliar

Jual Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Waskita Raup Rp 824 Miliar

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X