Konsumen LA City Rencanakan "Voting" 8 November 2018 - Kompas.com

Konsumen LA City Rencanakan "Voting" 8 November 2018

Kompas.com - 01/11/2018, 18:54 WIB
Rapat lanjutan terkait PKPU PT Spekta Properti Indonesia yang digelar di Pengadilan Niaga Jakarta, Kamis (1/11/2018).KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Rapat lanjutan terkait PKPU PT Spekta Properti Indonesia yang digelar di Pengadilan Niaga Jakarta, Kamis (1/11/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com – Sebagian besar kreditor atau konsumen LA City menyetujui untuk melakukan pemungutan suara atau voting pada 8 November 2018.

Pemungutan suara itu akan dilakukan untuk menentukan jumlah konsumen yang akan memilih cara cash refund dan lanjut serah terima unit.

Itulah hasil dari rapat lanjutan yang digelar di Pengadilan Niaga Jakarta, Kamis (1/11/2018), terkait penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) terhadap PT Spekta Properti Indonesia (SPI) selaku pengembang apartemen LA City.

Voting tanggal 8 November itu untuk menyetujui mau cash refund atau lanjut serah terima unit sesuai pilihan masing-masing,” kata anggota tim pengurus, Sabar M Simamora, saat ditemui Kompas.com, Kamis (1/11/2018) di Jakarta.

Baca juga: Kasus Apartemen LA City, Pengamat Ingatkan Konsumen Lebih Jeli

Sebelumnya dia mengusulkan kepada para konsumen agar menunda pemungutan suara sambil  menunggu perbaikan proposal oleh PT SPI.

Namun, kebanyakan konsumen menyatakan untuk segera melakukan pemungutan suara itu.

“Saya tadi sarankan kalau bisa voting jangan tanggal 8 November. Tambah seminggu lagi untuk revisi proposal supaya lebih baik, tapi mayoritas ingin langsung voting,” ucap Sabar.

Dia menambahkan, nantinya hasil dari pemungutan suara itu akan dipakai untuk perjanjian perdamaian atau homologasi.

Artinya, konsumen yang memilih cash refund ataupun serah terima unit harus siap dengan keputusan masing-masing sesuai ketentuan uang disepakati bersama.

Sementara itu, anggota pengurus lainnya, Jeffrey Napitupulu, mengatakan pihaknya menunggu keputusan PT SPI sebagai debitor yang akan melakukan perubahan terhadap proposal penawaran.

Perubahan itu juga akan disampaikan pada rapat lanjutan tanggal 8 November mendatang.

“Prinsipnya kami menunggu keputusan dari debitor tentang penawarannya. Kita lihat saja rapat tanggal 8 November nanti ada perubahan atau tidak,” imbuh Jeffrey.


Terkini Lainnya

Rusun Unismuh Makassar Sudah Dihuni 185 Mahasiswa

Rusun Unismuh Makassar Sudah Dihuni 185 Mahasiswa

Hunian
Arab Saudi Bangun Proyek Jumbo Rp 4,7 Triliun

Arab Saudi Bangun Proyek Jumbo Rp 4,7 Triliun

Kawasan Terpadu
Sambut 2019, Jotun Luncurkan Kartu Warna

Sambut 2019, Jotun Luncurkan Kartu Warna

Berita
FPI Bidik Pembeli Rumah Pertama

FPI Bidik Pembeli Rumah Pertama

Hunian
Desain Rumah Efisien dengan Dinding Bercelah

Desain Rumah Efisien dengan Dinding Bercelah

Griya
Dapat Kredit Rp 1,26 Triliun, Jasa Marga Kebut Tol Solo-Ngawi

Dapat Kredit Rp 1,26 Triliun, Jasa Marga Kebut Tol Solo-Ngawi

Berita
Ingin Rumah Impian Anda Terwujud? Mampir ke FPI

Ingin Rumah Impian Anda Terwujud? Mampir ke FPI

Hunian
'Toys R Us' Kembali Buka Gerai di Brunei

"Toys R Us" Kembali Buka Gerai di Brunei

Ritel
Lokasi Kantor Baru Amazon Terancam Tenggelam

Lokasi Kantor Baru Amazon Terancam Tenggelam

Arsitektur
Megaproyek Ini Jadikan Arab Saudi Lebih Modern

Megaproyek Ini Jadikan Arab Saudi Lebih Modern

Arsitektur
Kebakaran Mal di Indonesia dalam Lima Tahun Terakhir

Kebakaran Mal di Indonesia dalam Lima Tahun Terakhir

Ritel
Zaha Hadid Rancang 'Smart City' di Moskow

Zaha Hadid Rancang "Smart City" di Moskow

Kawasan Terpadu
Amazon Buka Markas Baru di New York dan Arlington

Amazon Buka Markas Baru di New York dan Arlington

Perkantoran
Asa Membangun Jembatan Cipatujah dalam Sepekan

Asa Membangun Jembatan Cipatujah dalam Sepekan

BrandzView
Bisa Ditiru, Rancangan Tenda Pengungsi Tak Harus Terpal Biru

Bisa Ditiru, Rancangan Tenda Pengungsi Tak Harus Terpal Biru

Arsitektur

Close Ads X