Jokowi Serahkan Sertifikat kepada 10.000 Tenaga Konstruksi

Kompas.com - 31/10/2018, 12:32 WIB
Presiden Joko Widodo dalam penyerahan sertifikat kompetensi kepada pekerja konstruksi se-Indonesia di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (31/10/2018). Kompas.com/ERWIN HUTAPEAPresiden Joko Widodo dalam penyerahan sertifikat kompetensi kepada pekerja konstruksi se-Indonesia di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tenaga kerja konstruksi memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, terutama tenaga kerja yang sudah disertifikasi.

Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menyampaikan hal itu dalam penyerahan sertifikat kompetensi kepada 10.000 tenaga kerja konstruksi se-Indonesia di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

"Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu sekalian (pekerja konstruksi) karena tanpa kalian program besar infrastruktur tidak akan berjalan," ujar Jokowi, Rabu siang.

Dia memberikan apresiasi tinggi kepada para pekerja konstruksi yang terlibat langsung di lapangan untuk mengerjakan pembangunan infrastruktur, terutama di lokasi yang sulit secara geografis.

"Saya mengapresiasi kontribusi saudara-saudara sebagai pelaku di lapangan, apalagi yang bekerja di daerah terisolir, pulau terpencil, dan daerah pinggiran. Itu sangat berat, saya berikan jempol," kata Jokowi.

Dia pun mengatakan bahwa pemerintah fokus melakukan pembangunan infrastruktur dalam empat tahun terakhir di seluruh Indonesia.

Infrastruktur itu antara lain berupa jalan raya, jalan tol, jalur kereta, bandar udara, pelabuhan, waduk, irigasi, pembangkit listrik, dan pos batas negara.

Menurut dia, kehadiran berbagai infrastruktur itu dimaksudkan untuk meningkatkan konektivitas, menyambung antar-wilayah, membuka akses daerah terisolasi, memudahkan transportasi, dan menurunkan biaya logistik.

"Jadi bukan cuma mempercepat pembangunan ekonomi, tapi juga mempersatukan dan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," imbuh Jokowi.

Adapun ke-10.000 tenaga kerja konstruksi yang menerima sertifikat itu terdiri dari 1.500 tenaga ahli, 1.600 teknisi atau analis, dan 6.900 operator.

Sebanyak 5.900 orang telah disertifikasi dan 4.100 orang akan mengikuti uji sertifikasi.

Selain itu, ada 400 orang aparatur sipil negara dari Kementerian PUPR yang sudah disertifikasi sebagai ahli muda K3 bidang bendungan, hidrolik, dan jembatan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X