Garap Fase 2, MRT Jakarta Gandeng KPK dan BPKP

Kompas.com - 24/10/2018, 16:00 WIB
Proses pembangunan pengeboran terowongan untuk angkutan massal cepat (Mass Rapid Transit/MRT) di Stasiun Bunderan HI, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018). Kunjungan Menlu Taro Kono ke Indonesia sekaligus menandai 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGProses pembangunan pengeboran terowongan untuk angkutan massal cepat (Mass Rapid Transit/MRT) di Stasiun Bunderan HI, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018). Kunjungan Menlu Taro Kono ke Indonesia sekaligus menandai 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna mengantisipasi adanya penyimpangan dalam pekerjaan proyek Mass Rapid Transit ( MRT) Fase 2, PT MRT Jakarta akan menggandeng sejumlah pihak untuk turut mengawasi pekerjaan proyek tersebut.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah mengatakan, dalam waktu dekat, akan mengadakan market hiring dan mengundang sejumlah lembaga negara dan lembaga publik sebelum proyek dimulai pada Desember 2018.

Adapun lembaga yang diundang itu seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Nantinya, para stakeholder tersebut akan membahas tentang mekanisme aturan dalam pekerjaan proyek MRT Fase 2.

Baca juga: Usulan Lengkap Tarif MRT Jakarta

"Jadi orang-orang ini biar tahu dan mereka mengawasi kita. Apa yang boleh dan apa yang tidak boleh," kata Hikmat di kantornya, Rabu (24/10/2018).

Proyek MRT Fase 2 dipastikan akan menelan investasi lebih besar dari Fase 1.

Kendati panjangnya hanya sekitar 8 kilometer dan terbentang dari Bundaran HI sampai Kampung Bandan, namun anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunannya mencapai Rp 22,5 miliar.

Sementara, untuk Fase 1 yang panjangnya 16 kilometer dan terbentang dari Lebak Bulus hingga Bundara HI, anggarannya hanya sekitar Rp 16 triliun.

Hal itu disebabkan lantaran konstruksi yang akan dibangun pada Fase 2 lebih sulit, karena seluruhnya berada di bawah tanah.

Baca juga: Pemerintah Teken Utang Konstruksi MRT Fase 2

Hikmat menambahkan, dalam market hiring tersebut pihaknya juga akan mengundang sejumlah kontraktor, terutama BUMN karya yang sudah terbiasa menggarap proyek konstruksi skala besar.

Meski demikian, ia meminta, agar kontraktor yang tidak diundang tidak perlu khawatir.

"Kontraktor yang diundang maupun yang tidak diundang, boleh ikut tender," kata dia.

Market sounding rencananya akan dilaksanakan pada bulan depan atau November 2018. Setelah itu akan dilakukan tahap lelang untuk sejumlah pekerjaan proyek.

"Saat ini, konsultannya masih mengerjakan basic engineering design," ujarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X