Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Singapura Rilis Aturan Pembatasan Ukuran Apartemen

Kompas.com - 19/10/2018, 17:04 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Singapura baru saja mengeluarkan pembatasan mengenai ukuran setiap hunian vertikal

Pembatasan ini dilakukan dengan tujuan untuk menekan keberadaan unit apartemen yang disebut sebagai "shoebox units".

Shoebox units merupakan sebutan bagi unit apartemen atau flat berukuran kurang dari 46 meter persegi. Otoritas setempat mengatakan, jenis hunian vertikal ini dikembangkan secara berlebihan di negara itu.

Baca juga: Giant Tutup Gerai di Mal Terbesar Singapura

Melansir Business Insider, Pemerintah Singapura memperketat peraturan yang pernah dikeluarkan pada 2012. Mereka akan meingkatkan peraturan ukuran minimum untuk hunian vertikal.

Selain itu, peraturan ini juga akan mempu mengurangi ukuran minimum hunian sehingga akan meningkatkan tingkat kelayakan hidup penghuninya.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bagian Riset Cushman and Wakefiled Singapura, Christine Li.

Peraturan terbaru ini berlaku untuk pengembangan di luar area pusat kota, yang akan dimulai pada 17 Januari 2019.

Peraturan terbaru tersebut mampu mengurangi keleluasaan pengembang untuk menopang profit margin perusahaan dengan mengeluarkan unit yang lebih kecil.

Ilustrasi SingapuraThinkstock Ilustrasi Singapura
Di bawah aturan baru, ukuran minimum dari hunian vertikal di luar area pusat kota akan dikalkulasikan dengan cara membagi usulan gross floor area atau total luasan bangunan dengan 85 meter persegi, dari yang sebelumnya 70 meter persegi.

Aturan baru ini juga akan menambah lebih banyak wilayah dimana jumlah maksimum unit dihitung berdasarkan luas total area dibagi 100 meter persegi.

Chrisine Li memprediksi, pembatasan ukuran unit ini akan mengurangi jumlah unit hunian sebesar 18 dan 30 persen.

Jumlah aktual hunian yang diizinkan akan dinilai berdasarkan kondisi situs, dan dampaknya ke infrastruktur lokal.

Pihak yang berwenang juga akan menilai layout, desain, dan ukuran setiap unit yang akan dikembangkan. Selain itu, pihak berwenang juga mungkin akan memberlakukan persyaratan tambahan.

Untuk hal ini, pengembang mungkin akan didorong untuk menyediakan kombinasi yang baik untuk ukuran setia unit dalam proyeknya.

Pengembang juga akan didorong untuk menyediakan ukuran hunian yang lebih luas yang mampu menampung keluarga besar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Kediri: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Kediri: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Probolinggo: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Probolinggo: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Seram Bagian Timur: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Seram Bagian Timur: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bangkalan: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bangkalan: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Magetan: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Magetan: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Pacitan: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Pacitan: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Lamongan: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Lamongan: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Mutu Beton Tol MBZ Disebut di Bawah Standar, Begini Respons Jasa Marga

Mutu Beton Tol MBZ Disebut di Bawah Standar, Begini Respons Jasa Marga

Berita
Fitch dan Moody's Naikkan Rating Kredit Pakuwon Jadi BB+

Fitch dan Moody's Naikkan Rating Kredit Pakuwon Jadi BB+

Berita
Nih Tujuh Mal Terindah di Dunia, Ada yang Langit-langitnya Kaca Patri Luas

Nih Tujuh Mal Terindah di Dunia, Ada yang Langit-langitnya Kaca Patri Luas

Ritel
Pilih Tandon Air di Atas atau Bawah Tanah? Ini Plus Minusnya

Pilih Tandon Air di Atas atau Bawah Tanah? Ini Plus Minusnya

Tips
Ini Lima Negara Asal WNA Paling Banyak Incar Properti di Indonesia

Ini Lima Negara Asal WNA Paling Banyak Incar Properti di Indonesia

Berita
Tiga Kota Ini Paling Diminati WNA Saat Berburu Properti di Indonesia

Tiga Kota Ini Paling Diminati WNA Saat Berburu Properti di Indonesia

Berita
Tol Gilimanuk-Mengwi Dilelang Ulang, Basuki: Mudah-mudahan September Teken PPJT

Tol Gilimanuk-Mengwi Dilelang Ulang, Basuki: Mudah-mudahan September Teken PPJT

Berita
Antisipasi Perpindahan Ibu Kota, Jababeka Siapkan Konsep TOD City

Antisipasi Perpindahan Ibu Kota, Jababeka Siapkan Konsep TOD City

Hunian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com