Perlindungan Konsumen Lemah, Peluang bagi Pengembang Ingkar Janji

Kompas.com - 19/10/2018, 15:33 WIB
Proyek Apartemen LA City di Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAProyek Apartemen LA City di Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) terhadap PT Spekta Properti Indonesia (SPI) selaku pengembang apartemen LA City dilakukan oleh ratusan konsumennya.

Kasus ini muncul karena SPI tidak sanggup memenuhi kewajibannya sesuai perjanjian untuk menyelesaikan pembangunan apartemen yang berlokasi di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, tersebut.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Lukas Bong, mencuatnya masalah seperti ini akibat lemahnya perlindungan terhadap konsumen di Indonesia, termasuk konsumen pembeli hunian.

Baca juga: Kasus Apartemen LA City, Pengamat Ingatkan Konsumen Lebih Jeli

Padahal Indonesia sudah memiliki Undang-undang (UU) Perlindungan Konsumen No 8 Tahun 1999.

Hal itu membuat pengembang melakukan wanprestasi atau mengingkari janjinya tanpa sanksi tegas yang menimbulkan efek jera.

“Banyak developer ngemplang karena perlindungan terhadap konsumen di Indonesia lemah,” ucap Lukas kepada Kompas.com, Jumat (19/10/2018).

Dia pun membandingkan sistem pembayaran apartemen di luar negeri yang cukup adil dan memberi perlindungan kepada konsumen.

Di beberapa negara, sistem yang berlaku yaitu konsumen membayar sekitar 10 persen dari nilai penjualan unit, kemudian melakukan pembayaran berikutnya sesuai progres pembangunan.

“Di luar negeri sangat protektif. Cukup bayar 10 persen dulu, nanti ditambah sekian persen sesuai progres, mulai dari fondasi, struktur, finishing, hingga topping off,” ujar Lukas.

Dia memberi contoh di Australia, sistem transaksi yang berlaku yakni konsumen membayar 10 persen dari harga unit yang dibeli, lalu membayarnya kembali sesuai perkembangan konstruksi dan akhirnya melunasi saat serah terima unit.

Seperti yang diutarakan CEO Crown Group Iwan Sunito, konsumen yang sudah melakukan pembayaran untuk membeli unit hunian di Australia akan dikembalikan uangnya ketika proyek tak berjalan baik.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X