"Kami pikir ini akan lebih baik menangkap sifat dari kawasan dan saya pikir itu juga yang membuat ini lebih spektakuler dibandingkan dengan restoran bawah laut lainnya di dunia. Karena berada di daerah yang sangat terkendali," papar Grasdal.
Klien yang juga pengembang, Gaute dan Stig Ubostad, juga memiliki dan mengoperasikan hotel di dekat restoran.
Untuk menjangkau lokasi, bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Cara paling gampang yaitu dengan menggunakan pesawat terbang dari Oslo ke Kristiansand, bandara terdekat, yang jaraknya sekitar satu jam perjalanan.
Sementara layanan dengan menggunakan kapal masih dalam tahap persiapan.
Grasdal menambahkan, beberapa revisi juga sempat dilakukan sebelum desain yang ada saat ini dibangun.
"Awalnya kami menghabiskan banyak waktu pada desain yang sangat rumit. Tetapi setelah diskusi panjang dan banyak model yang berbeda, kami akhirnya melakukan dengan cara yang jauh lebih sederhana," ungkap dia.
"Ini hanyalah sebuah tabung beton yang membawa orang-orang dari daratan ke laut. Itu sangat sederhana. Ketika kami mencapai kesimpulan itu, itu benar-benar melegakan," imbuh Grasdal.
Untuk menjamin keamanan para tamu, analisa telah dilakukan untuk mempelajari propagasi da beban ombak. Struktur seberat 2.500 ton dirancang untuk menahan peristiwa paling ekstrim.
Data penelitian yang diperoleh juga akan diumpan balik ke tim peneliti yang berkunjung guna mempelajari biologi kelautan dan perilaku ikan.
Pekerjaan yang dilakukan pun berguna untuk mengembalikan kondisi yang ada sebelum gangguan yang dibuat dengan merendam struktur dan cangkan beton yang dirancang untuk mengundang kerang untuk melekat padanya dan menyatu dengan alam sekitarnya.
Dari jendela utama ruang makan yang tingginya mencapai 4 meter, para tamu akan dapat mengamati berbagai ikan dan makhluk laut termauk anjing laut dan lobster.
Hal lain yang tak kalah penting yaitu sistem pencahayaan.
"Pencahayaan luar sangat penting karena saat musim dingin dan pada malam hari akan sangat gelap tanpa cahaya. Anda hanya akan melihat pantulan restoran pada jendela," ujarnya.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.