Wajib Baca: Investasi Pengembang Jepang dan Situs Informasi Tata Ruang

Kompas.com - 12/10/2018, 10:08 WIB
Maket rencana pembangunan Apartemen Serpong Garden.KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Maket rencana pembangunan Apartemen Serpong Garden.

JAKARTA, KOMPAS.com - Beragam berita mengisi sejumlah artikel populer dan menarik untuk diketahui di kanal Properti Kompas.com pada Kamis (11/10/2018). 

Informasi tentang masuknya investasi pengembang properti dari Jepang memuncaki berita yang paling banyak dibaca.

Ada pula kabar mengenai laman situs informasi mengenai tata ruang yang baru diluncurkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta berbagai berita lainnya. 

Berikut ini daftar artikel populer selengkapnya:

1. Investor Jepang tawarkan apartemen berkonsep TOL, bukan TOD 

PT Hutama Anugrah Propertindo, pengembang Apartemen Serpong Garden meluncurkan dua menara baru, Bellerosa dan Cattleya.

Kedua menara itu dirancang dengan konsep transport oriented living (TOL). Konsep tersebut diusung sebagai wujud kerja sama dengan Creed Group, pengembang properti asal Jepang yang sekaligus menjadi investor dari kedua menara ini.

"Kami yakin masuknya investor baru dari Jepang, Creed Group, akan lebih baik lagi karena mereka sudah berpengalaman," kata Direktur Utama PT Hutama Anugrah Propertindo Ferdy Sutrisno, di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Berita selengkapnya: Bukan TOD, Investor Jepang Tawarkan Apartemen Berkonsep TOL

2. Situs informasi tata ruang dirilis Kementerian ATR

Tampilan awal laman situs GISTARU, Kementerian ATR/BPN/gistaru.atrbpn.go.id Tampilan awal laman situs GISTARU, Kementerian ATR/BPN

Informasi mengenai tata ruang suatu wilayah kurang begitu dipahami oleh masyarakat. Untuk itu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meluncurkan laman situs informasi mengenai tata ruang. 

"Masyarakat sekarang sudah banyak yang punya handphone, gawai. Kami di ATR sudah mengembangkan info geografi tentang tata ruang yang bisa diakses seluruh masyarakat," ujar Direktur Jenderal Tata Ruang, Abdul Kamarzuki, saat wawancara dengan Kompas TV, Kamis (11/10/2018).

Informasi tersebut berupa layanan informasi spasial yang terpusat dan dapat diketahui oleh masyarakat. Layanan ini diberi nama Geographical System Tata Ruang (Gistaru) atau Sistem Informasi Geografi tentang Tata Ruang.

Halaman:



Close Ads X