Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Wajib Baca: Investasi Pengembang Jepang dan Situs Informasi Tata Ruang

JAKARTA, KOMPAS.com - Beragam berita mengisi sejumlah artikel populer dan menarik untuk diketahui di kanal Properti Kompas.com pada Kamis (11/10/2018). 

Informasi tentang masuknya investasi pengembang properti dari Jepang memuncaki berita yang paling banyak dibaca.

Ada pula kabar mengenai laman situs informasi mengenai tata ruang yang baru diluncurkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta berbagai berita lainnya. 

Berikut ini daftar artikel populer selengkapnya:

1. Investor Jepang tawarkan apartemen berkonsep TOL, bukan TOD 

PT Hutama Anugrah Propertindo, pengembang Apartemen Serpong Garden meluncurkan dua menara baru, Bellerosa dan Cattleya.

Kedua menara itu dirancang dengan konsep transport oriented living (TOL). Konsep tersebut diusung sebagai wujud kerja sama dengan Creed Group, pengembang properti asal Jepang yang sekaligus menjadi investor dari kedua menara ini.

"Kami yakin masuknya investor baru dari Jepang, Creed Group, akan lebih baik lagi karena mereka sudah berpengalaman," kata Direktur Utama PT Hutama Anugrah Propertindo Ferdy Sutrisno, di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Berita selengkapnya: Bukan TOD, Investor Jepang Tawarkan Apartemen Berkonsep TOL

2. Situs informasi tata ruang dirilis Kementerian ATR

"Masyarakat sekarang sudah banyak yang punya handphone, gawai. Kami di ATR sudah mengembangkan info geografi tentang tata ruang yang bisa diakses seluruh masyarakat," ujar Direktur Jenderal Tata Ruang, Abdul Kamarzuki, saat wawancara dengan Kompas TV, Kamis (11/10/2018).

Informasi tersebut berupa layanan informasi spasial yang terpusat dan dapat diketahui oleh masyarakat. Layanan ini diberi nama Geographical System Tata Ruang (Gistaru) atau Sistem Informasi Geografi tentang Tata Ruang.

Berita selengkapnya: Kementerian ATR Luncurkan Situs Informasi Tata Ruang

3. Dijual Rp 760 miliar, rumah ini berkaca antipeluru

Seorang miliarder Argentina, Eduardo Eurnekian, menjual rumah mewahnya di Kota New York, Amerika Serikat, dengan harga 50 juta dollar AS atau lebih dari Rp 760 miliar.

Pemilik rumah itu sangat peduli dengan keamanan huniannya sehingga dilengkapi dengan sistem sekuriti tanpa celah. Hal itu diwujudkan dengan membuat jendela berkaca antipeluru.

Rumah bergaya modern dengan luas 966 meter persegi itu terletak di Lenox Hill, timur Central Park. Ruangan di dalamnya terdiri dari enam kamar tidur dan delapan kamar mandi.

Hunian ini juga dilengkapi dengan lift, tempat penyimpanan anggur, dan sejumlah ruang terbuka, termasuk teras beratap dengan pemandangan 360 derajat. 

Berita selengkapnya: Rumah Berkaca Antipeluru Dijual Rp 760 Miliar

4. Sejumlah karya arsitektur Bintaro Design District 2018 

Bintaro Design District 2018 secara resmi dibuka untuk publik, Kamis (11/10/2018). Ini merupakan pameran arsitektur pertama yang diselenggarakan di kawasan ini.

Ada 72 arsitek yang ikut dalam ajang ini yang menampilkan lebih dari 300 karya arsitektur mereka. Tak hanya di satu tempat, lokasi pameran tersebar di 42 titik yang ada di kawasan Bintaro.

Mengusung tema "Permeable Society", keempat kurator yang juga menjadi pencetus terciptanya kegiatan ini ingin memberikan pengalaman berbeda kepada setiap pengunjung yang datang. 

Berita selengkapnya: Ini Karya-karya Arsitektur Bintaro Design District 2018

5. Kelemahan arsitek Indonesia dalam presentasi desain 

Kiprah arsitek Indonesia tak banyak diakui di dunia. Hanya segelintir arsitek yang namanya patut diperhitungkan dan sudah sering melalangbuana dalam berbagai ajang internasional.

Kendati demikian, bukan berarti para arsitek lokal tidak memiliki kemampuan mumpuni. Menurut Budi Pradono dari Firma Budi Pradono Architects, salah satu kelemahan arsitek dalam negeri dibandingkan arsitek luar yaitu dalam menjelaskan hasil karya mereka.

"Bagaimana menjelaskan tentang desain itu ke masyarakat. Itu sangat lemah," kata dia kepada Kompas.com, Kamis (11/10/2018).

Berita selengkapnya: Arsitek Indonesia Masih Lemah dalam Presentasi Desain

https://properti.kompas.com/read/2018/10/12/100818721/wajib-baca-investasi-pengembang-jepang-dan-situs-informasi-tata-ruang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar