Tiga Wilayah di Sulteng Paling Rawan Gempa dan Kekeringan

Kompas.com - 08/10/2018, 22:53 WIB
Ekskavator dikerahkan untuk membersihkan puing-puing di Perumahan Perumnas Balaroa, Senin (1/10/2018). Kementerian PUPREkskavator dikerahkan untuk membersihkan puing-puing di Perumahan Perumnas Balaroa, Senin (1/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah dua tahun terakhir pemerintah memberikan atensi tinggi terhadap wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sejumlah wilayah di daerah tersebut, seperti Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala, berpotensi terkena dampak besar bila sewaktu-waktu gempa bumi terjadi.

Country Manager Humanitarian OpenStreetMap (OSM) Team Indonesia Yantisa Akhadi menuturkan, pada 2016, BNPB telah bekerja sama dengan pihaknya untuk memetakan potensi bencana yang akan terjadi di Sulteng.

"Jadi ada daftar Kota Palu, itu sebenarnya sudah dibuat sejak 1-2 tahun lalu. Terus ini, Donggala, Sigi, tiga daerah ini sudah masuk daerah rawan bencana," kata Yantisa kepada Kompas.com, Senin (8/10/2018).

Baca juga: Mereka yang Berjasa Memetakan Gempa Palu dan Donggala

Pemetaan tersebut meliputi letak bangunan, fasilitas publik, serta jalan akses yang memudahkan mobilitas masyarakat sehari-hari.

Menurut Yantisa, selain ketiga wilayah tersebut, sejauh ini sudah ada 136 kabupaten/kota lain yang juga telah dipetakan kerawanannya.

Meski demikian, ia mengaku, tidak bisa diketahui sejauh apa dampak terhadap wilayah tersebut saat gempa terjadi.

"Ini di sesi kedua ini kami fokus di daerah Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Maluku Utara. Termasuk Palu dan Donggala, karena kedua wilayah ini sudah diminta oleh BNPB sebelum ada bencana," tutur Yantisa.

Warga dibantu petugas mencari korban gempa bumi Palu di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). Gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan 832 orang meninggal.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Warga dibantu petugas mencari korban gempa bumi Palu di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). Gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan 832 orang meninggal.
Yantisa menambahkan, instruksi pemetaan itu pertama kali disampaikan oleh Presiden Joko Widodo yang tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

OSM kemudian bergerak dengan membuka Task Manager di wilayah masing-masing. Hasil dari pemetaan tersebut kemudian disampaikan kepada BNPB sebagai salah satu bahan pertimbangan.

Baca juga: Sosialisasi Potensi Likuefaksi Terganjal Masalah Teknis dan Sosial

Dilansir dari laman InaRISK milik BNPB, Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi termasuk ke dalam wilayah yang paling rawan terkena dampak gempa.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X