Tol Desari, Dimulai SBY, Diresmikan Jokowi

Kompas.com - 28/09/2018, 13:34 WIB
Kendaraan proyek melintasi proyek Tol Depok-Antasari Seksi I Antasari-Brigif/Cinere, Jakarta, Senin (10/9/2018). Tol sepanjang 5,8 kilometer tersebut siap dioperasikan  pada September 2018. MAULANA MAHARDHIKAKendaraan proyek melintasi proyek Tol Depok-Antasari Seksi I Antasari-Brigif/Cinere, Jakarta, Senin (10/9/2018). Tol sepanjang 5,8 kilometer tersebut siap dioperasikan pada September 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tol Depok-Antasari atau lebih dikenal Desari memiliki cerita cukup panjang sebelum akhirnya diresmikan Presiden Joko Widodo, Kamis (27/9/2018) sore.

Kendati baru Seksi I Antasari-Brigif sepanjang 5,8 kilometer yang diresmikan, jalan bebas hambatan ini akan menjadi cikal bakal alternatif bagi masyarakat yang ingin pergi ke Bogor, selain lewat Tol Jagorawi.

Rencana pembangunan jalan tol ini sebenarnya telah dimulai pada 2005 atau pada masa pemerintahan Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca juga: BTN Gelar Akad Kredit Massal

Saat itu, PT Citra Waspphutowa menjadi konsorsium memenangkan lelang pengusahaan proyek ini.

Konsorsium tersebut terdiri atas PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (62,5 persen), PT Waskita Toll Road (25 persen), dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (12,5 persen).

Kemudian pada 2006, konsorsium dan pemerintah menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) sebagai tanda dimulainya pekerjaan proyek ini.

Semula, pekerjaan proyek ini ditargetkan selesai selama tiga tahun dan dapat beroperasi pada 2009. Namun dalam realisasinya proyek ini tak berjalan sesuai harapan lantaran proses pembebasan lahan yang cukup sulit.

Bahkan, pada 2010 dilakukan evaluasi terhadap rencana pembangunan jalan tol ini. Akhirnya restatement perjanjian pengusahaan jalan tol kembali dibuat pada 7 Juni 2011.

Meski demikian, hal itu tidak serta merta membuat proyek ini langsung berjalan mulus.

Setelah pemerintahan berganti, Presiden Joko Widodo akhirnye menetapkan Tol Desari sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN) pada 2015. Rupanya, upaya tersebut berbuah manis.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X