Kompas.com - 17/09/2018, 22:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang memberikan hak suaranya saat pemilihan ketua umum baru kian berkurang dalam setiap periode.

Pada 2015 lalu, saat Ahmad Djuhara terpilih sebagai Ketua Umum IAI, hanya 1.227 anggota yang memberikan hak suaranya.

Sementara, pada pemilihan tahap pertama tahun ini, hanya 1.022 orang yang memberikan hak suaranya.

Padahal, jumlah anggota IAI digadang-gadang mencapai 18.000 orang, baik yang aktif maupun tidak.

Baca juga: Akhir Pekan Ini, IAI Bakal Punya Ketua Umum Baru

"Masalah keanggotaan ini bisa jadi isu tersendiri. Intinya kalau masalah terjadi penurunan enggak juga," tampik Ketua Badan Sayembara IAI Larasati Wijaya menjawab pertanyaan Kompas.com, Senin (17/9/2018).

Ia mengatakan, masih ada pemilihan tahap kedua yang akan dilakukan secara elektronik (e-voting) pada 19-21 September mendatang.

Pada saat itu, ia berharap, jumlah anggota yang ikut berpartisipasi dapat lebih banyak. Meskipun mereka tak hadir saat kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Nasional (Munas) IAI XV di Bandung pada 22 September mendatang.

Dilakukannya proses e-vote, imbuh Laras, merupakan upaya DPP IAI untuk memudahkan proses pemilihan ketua umum baru.

Baca juga: Ini Profil Tiga Bakal Calon Ketua Umum IAI

Sebelumnya, proses pemilihan dilakukan secara manual, di mana harus ada partisipasi langsung dari anggota.

"Ini masih dalam rangka berproseslah untuk semua anggota itu bisa one man one vote dengan basis data firm," kata dia.

Untuk pemilihan kali ini, ada tiga nama yang menjadi kandidat calon ketua umum yaitu petahana Ahmad Djuhara, serta Ahmad Saifudin Mutawi dan Bambang Eryudhawan.

Baca juga: Terapkan E-Voting, Pemilihan Ketum IAI Lebih Canggih Ketimbang Pilkada

Ketiga kandidat tersebut terpilih setelah melalui proses pencalonan pada tahap pertama yang diikuti oleh tujuh bakal calon ketua umum.

Empat kandidat lain yang tidak lolos pemilihan tahap pertama, yaitu Muaz Yahya, Satrio Suryo Herlambang, Rizal Syarifudin, dan Mukoddas Syuhada.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.