Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Audiensi Konsumen K2 Park dan Pengembang Tak Capai Titik Temu

Kompas.com, 14 September 2018, 22:27 WIB
Dani Prabowo,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

TANGERANG, KOMPAS.com  - Pertemuan antara konsumen apartemen K2 Park dengan pengembang PT Prioritas Land Indonesia (PLI), Jumat (14/9/2018) siang, tak berujung titik temu.

Pertemuan tersebut berlangsung di kantor pemasaran apartemen Majestic Point di Ruko Paramount Blitz, Gading Serpong, Tangerang. Majestic Point merupakan proyek apartemen lainnya yang juga digarap PT PLI.

Sejak pukul 09.30 WIB, tak kurang dari 97 konsumen K2 Park telah berkumpul di depan kantor pemasaran.

Baca juga: Pengembang Tawarkan Opsi Penyelesaian Masalah Apartemen K2 Park

Dengan membawa spanduk, mereka menuntut pengembang untuk mengembalikan uang (refund) yang sudah mereka bayarkan.

Selain itu, para konsumen juga meminta bertemu Presiden Direktur PT PLI Marcellus Chandra. Namun, hingga pukul 11.00 WIB, Marcellus tak datang.

Para konsumen yang berunjuk rasa akhirnya ditemui General Manager PT PLI, Sammy Maramis. Pertemuan sekitar 30 menit itu dilakukan secara tertutup.

Selama pertemuan berlangsung, konsumen terus menuntut agar uang yang telah mereka serahkan, dikembalikan.

Mereka tidak peduli, meski dijanjikan PT PLI, bahwa apartemen bakal segera dibangun dalam waktu dekat.

“Jadi intinya kami enggak mau banyak-banyak. Bapak mau cari investor lagi, mau jual lagi, silakan, kami turut senang mudah-mudahan cepat laku. Tapi yang kami mau, duit kami balik. Terserah mau diapain yang penting duit kami balik,” kata salah seorang perwakilan konsumen, Sujadi.

Sebelumnya, PT PLI mengaku mengalami kesulitan finansial untuk melanjutkan pembangunan proyek ini. Sebab, pada saat yang sama mereka juga mengerjakan sejumlah proyek apartemen di tempat lain.  

Oleh karena itu, mereka menggandeng investor asal China untuk bekerja sama mengembangkan proyek ini. Nilai investasi yang telah disepakati sejumlah Rp 200 miliar.

Baca juga: Prioritas Land Lanjutkan Konstruksi Proyek K2 Park

Namun pengakuan PT PLI ini disangsikan Sujanlie Totong, yang juga merupakan perwakilan konsumen. 

Menurut dia, nilai Rp 200 miliar tidak akan mencukupi untuk membangun K2 Park sebanyak enam menara yang mencakup 7.000 unit.

Setidaknya dibutuhkan anggaran sebesar Rp 1,8 triliun untuk merealisasikan seluruh K2 Park. 

Selain itu, Sujanlie juga mempertanyakan uang konsumen yang menurut news letter telah terkumpul senilai Rp 800 miliar.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau