Dikritik Fahri, Ini Jawaban Menteri Basuki Soal Risha

Kompas.com - 10/09/2018, 18:00 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Kompas.com / Dani PrabowoMenteri PUPR Basuki Hadimuljono

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan pembangunan rumah instan sederhana sehat ( Risha) di Lombok, Nusa Tenggara Barat, tidak melibatkan kontraktor dan supplier (pemasok).

Basuki juga menjamin Risha akan dibangun secara swakelola dengan melibatkan masyarakat dan didampingi tim ahli dari Kementerian PUPR.

Kepastian tersebut disampaikan Basuki menanggapi kritikan dari Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat rapat konsultasi tindak lanjut penanganan gempa bumi NTB di Kompleks Parlemen, Senin (10/9/2018).

Baca juga: Fahri Hamzah Kritik Pemerintah Soal Risha di Lombok

"Untuk pembangunan perumahan ini, konsepnya swakelola dengan rekompak. Masyarakat tidak menonton tapi gotong royong untuk mengerjakan rumahnya sendrri, sehingga akan lebih cepat daripada dikerjakan kontraktor. Tidak ada kontraktor untuk pembangunan rumah," terang Basuki.

Untuk diketahui, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 50 juta per kepala keluarga yang rumahnya rusak berat saat gempa bumi mengguncang Lombok dan sekitarnya beberapa waktu lalu.

Hasil verifikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat 167.961 unit rumah rusak. Dari jumlah tersebut, 32.970 unit teridentifikasi rusak berat.

Jumlah tersebut masih bisa bertambah seiring dengan proses identifikasi yang terus dilakukan.

Basuki menambahkan telah bekerja sama dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) untuk menyediakan material konstruksi.

Baca juga: Fahri Hamzah: Penanganan Gempa Lombok Simpang Siur

Untuk sementara, material tersebut baru tersedia di lima kecamatan yaitu Pemenang, Tanjung, Kayangan, Bayan dan Gangga.

"Jadi prosesnya (penyaluran anggarannya) dari BNPB ke bank. Dari bank ke masyarakat, masyarakat ke depo. Tidak ada kontraktor," imbuh Basuki.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X