Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PLBN Entikong, Harapan dan Kebanggaan Warga di Perbatasan

Kompas.com, 20 Agustus 2018, 13:30 WIB
Erwin Hutapea,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Entikong, Kalimantan Barat, menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Indonesia, terutama yang tinggal dekat dengan perbatasan Indonesia-Malaysia.

PLBN yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu tidak hanya sebagai penanda batas wilayah dengan negeri jiran, tetapi juga diharapkan bisa meningkatkan perekonomian warga di sekitarnya.

Ungkapan kebanggaan diutarakan oleh Widya (32), seorang dosen di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Melawi, Kalimantan Barat.

Baca juga: Basuki: Malaysia Iri dengan PLBN Entikong

Wanita yang hadir pada upacara hari ulang tahun kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia di PLBN Entikong ini mengatakan, kondisi PLBN Indonesia lebih baik daripada PLBN milik Malaysia.

Selain itu, pembangunan PLBN ini juga akses jalannya lebih bagus sehingga bisa memperlancar transportasi warga dari perbatasan untuk membawa hasil bumi.

“Kalau dari PLBN sendiri tentu saja semakin banyak orang yang masuk dari negara tetangga yang pasti berpengaruh pada kegiatan ekonomi," ucap Widya dalam keterangan tertulis, Minggu (19/8/2018).

Pelebaran dan perbaikan jalan di wilayah perbatasan Entikong dengan Malaysia.Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Pelebaran dan perbaikan jalan di wilayah perbatasan Entikong dengan Malaysia.
Harapan yang sama juga datang dari Hermanto (28). Sehari-hari dia bekerja sebagai tukang ojek di PLBN Entikong.

Dia berharap PLBN baru ini bisa mendatangkan lebih banyak aktivitas perekonomian sehingga pendapatannya sebagai tukang ojek pun semakin meningkat.

"Yang penting keamanan meningkat sehingga banyak orang Malaysia yang nyaman datang ke Entikong," demikian harapan Hermanto.

Baca juga: Pertama Kali, Upacara Kemerdekaan Dilaksanakan di Perbatasan Entikong

Komentar serupa juga diungkapkan oleh Reynaldi Pratama (21), petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang bertugas di PLBN Entikong.

Dia menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah karena pembangunan PLBN itu bisa meningkatkan kenyamanannya dalam bekerja.

Pelebaran dan perbaikan jalan di wilayah perbatasan Entikong dengan Malaysia.Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Pelebaran dan perbaikan jalan di wilayah perbatasan Entikong dengan Malaysia.
Sebab, menurut dia, kondisi PLBN lama dinilai kurang memadai untuk pemeriksaan orang-orang yang melintasi batas antar-negara Indonesia-Malaysia itu.

"Saya berharap dengan masifnya pembangunan infrastruktur di perbatasan dapat meningkatkan kunjungan warga Malaysia ke Entikong. Terlebih lagi, jika Entikong dikembangkan menjadi destinasi wisata baru untuk meningkatkan perekonomian," tutur Reynaldi.

Pembangunan infrastruktur di perbatasan

Kementerian PUPR tidak hanya membangun PLBN di wilayah Entikong, tetapi juga jalan paralel perbatasan, jalan menuju pos lintas batas, dan pengembangan infrastruktur permukiman, seperti jalan lingkungan, drainase, pengelolaan sampah, dan air minum.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau