Penjualan Rumah Turun - Kompas.com

Penjualan Rumah Turun

Kompas.com - 10/08/2018, 23:30 WIB
Ilustrasi rumahBrianAJackson Ilustrasi rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Penjualan rumah selama kuartal II-2018 menurun 0,08 persen, atau lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang bertengger di angka 10,55 persen.

Namun, angka ini masih lebih tinggi dibandingkan -27,20 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Hasil Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (BI) yang dilansir Kamis (9/8/2018) menunjukkan menurunnya penjualan pada triwulan II-2018 disebabkan oleh penurunan penjualan pada rumah tipe menengah -17,29 persen, dan rumah tipe besar -4,00 persen.

Baca juga: Kenaikan Harga Rumah Terus Melambat

"Sedangkan penjualan rumah tipe kecil menguat dari -1,97 persen menjadi 11,00 persen," tulis BI.

Faktor utama yang menghambat pertumbuhan penjualan properti residensial pada triwulan II-2018 adalah tingginya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR), batasan minimum uang muka atau Down Payment (DP) kredit rumah, pajak, dan kenaikan harga bahan bangunan.

Berdasarkan lokasi proyek, pada triwulan II-2018 (posisi Juni 2018) suku bunga KPR tertinggi terjadi di Bengkulu (14,57 persen) dan terendah di Yogyakarta (8,98 persen).

Sementara berdasarkan kelompok bank, suku bunga KPR tertinggi di Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar 12,25 persen, dan terendah di Bank Persero sebesar 9,30 persen.

KPR

BI juga melaporkan bahwa fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) tetap menjadi sumber pembiayaan utama bagi konsumen dalam membeli properti residensial.

Hasil survei mengindikasikan sebagian besar konsumen atau 75,21 persen menggunakan fasilitas KPR untuk membeli properti residensial, kemudian 16,13 persen dengan tunai bertahap dan 8,66 persen tunai keras.

Baca juga: Pengembang Masih Andalkan Fulus Internal Bangun Properti

Menurut BI, pertumbuhan KPR dan KPA pada triwulan II-2018 secara triwulanan menguat dari 2,43 persen menjadi 3,28 persen dan secara tahunan menguat dari 11,99 persen menjadi 13,52 persen.

Sementara itu, pencairan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada triwulan II-2018 sebesar Rp 958 miliar atau secara tahunan melonjak 102,11 persen.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan -38,81 persen pada triwulan sebelumnya dan 49,54 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Secara nasional, porsi penyaluran FLPP terhadap penyaluran KPR pada triwulan II-2018 sebesar 4,3 persen.



Close Ads X