Harga Tanah Tinggi, Indikasi Perbaikan Kondisi Ekonomi

Kompas.com - 09/08/2018, 08:32 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingginya kebutuhan masyarakat memiliki tanah di Jakarta, baik untuk dibangun maupun investasi, membuat harganya terus meningkat.

Di berbagai wilayah Jakarta, tanah menjadi rebutan berbagai kelas ekonomi masyarakat.

Menurut Sekjen Dewan Pengurus Pusat Realestat Indonesia (DPP REI) Totok Lusida, kenaikan harga tanah itu dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain karena perkembangan ekonomi dan infrastruktur.

Baca juga: Pengembang Ini Tawarkan Kavling Tanah Rp 8,35 Juta Per Meter Persegi

“Banyak faktor, kebutuhan tanah di Jakarta itu mendesak karena perkembangannya dan infrastruktur yang sudah siap,” kata Totok saat dihubungi Kompas.com, Rabu (8/8/2018).

Dia menuturkan, kesiapan infrastruktur itu meupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kenaikan harga tanah.

Hal ini juga berarti bahwa kondisi perekonomian mengalami perkembangan ke arah yang lebih baik.

Perbaikan perekonomian itulah yang secara langsung memberi dampak pada nilai aset properti, misalnya rumah, apartemen, dan tanah.

“Otomatis pengaruh ke nilai-nilai aset properti, tapi tergantung supply and demand juga,” ucap Totok.

Faktor lain yang juga bisa menjadi penyebab kenaikan harga tanah, ujarnya, yaitu program relaksasi untuk sektor properti.

Sebut saja relaksasi perizinan berupa Paket Kebijakan Ekonomi XIII yang dijabarkan dalam PP Nomor 4 Tahun 2016 dan relaksasi pembiayaan berupa pelonggaran loan to value (LTV).

Keringanan dalam memiliki aset properti yang dirasakan masyarakat karena program relaksasi LTV, misalnya, membuat pembelian properti semakin meningkat jumlahnya.

“Relaksasi itu bikin pembelian meningkat karena relaksasi dari BI, perbankan, dan pemerintah,” tuturnya.

Namun, dia belum bisa menyebutkan angka atau persentase kenaikan pembelian properti karena program relaksasi baru berjalan pada bulan Agustus ini.

Meski demikian, dia mengatakan mendapatkan informasi dari para pengembang bahwa penjualan proyek properti mereka mengalami kenaikan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Crown Group Raup Rp 65 Miliar dari Penjualan Apartemen Artis

Crown Group Raup Rp 65 Miliar dari Penjualan Apartemen Artis

Apartemen
[POPULER PROPERTI] Komisi III DPRD Bandar Lampung Bakal Panggil Ciputra Group

[POPULER PROPERTI] Komisi III DPRD Bandar Lampung Bakal Panggil Ciputra Group

Berita
Tarif Tol BORR Simpang Yasmin-Semplak Naik Mulai 30 Januari

Tarif Tol BORR Simpang Yasmin-Semplak Naik Mulai 30 Januari

Berita
Hingga Januari, Indonesia Punya 2.342 Kilometer Jalan Tol Operasional

Hingga Januari, Indonesia Punya 2.342 Kilometer Jalan Tol Operasional

Berita
Pemerintah Ungkap Divestasi 9 Ruas Tol karena Waskita Kesulitan Likuiditas

Pemerintah Ungkap Divestasi 9 Ruas Tol karena Waskita Kesulitan Likuiditas

Berita
Bel Rumah Pintar, Cegah Tamu Tak Diundang

Bel Rumah Pintar, Cegah Tamu Tak Diundang

Arsitektur
Bongkar Muat Peti Kemas Dongkrak Bisnis Pelindo 1 Sepanjang 2020

Bongkar Muat Peti Kemas Dongkrak Bisnis Pelindo 1 Sepanjang 2020

Kawasan Terpadu
Jaringan Ritel Keramik Malaysia Buka Gerai Pertama di Indonesia

Jaringan Ritel Keramik Malaysia Buka Gerai Pertama di Indonesia

Ritel
Sungai Cakung Direstorasi, Biayanya Ditanggung Pengembang Grand Kota Bintang

Sungai Cakung Direstorasi, Biayanya Ditanggung Pengembang Grand Kota Bintang

Berita
Basuki Ancam Bongkar Grand Kota Bintang jika Pengembang Langgar Tata Ruang

Basuki Ancam Bongkar Grand Kota Bintang jika Pengembang Langgar Tata Ruang

Perumahan
Pemerintah Siapkan Rp 51,35 Triliun Bangun Jalan dan Jembatan

Pemerintah Siapkan Rp 51,35 Triliun Bangun Jalan dan Jembatan

Berita
Bikin Banjir Underpass Kalimalang, Pengembang Grand Kota Bintang Kena Sanksi Restoratif

Bikin Banjir Underpass Kalimalang, Pengembang Grand Kota Bintang Kena Sanksi Restoratif

Berita
Roatex Hongaria Keluar sebagai Pemenang Tender Transaksi Tol Berbasis MLFF

Roatex Hongaria Keluar sebagai Pemenang Tender Transaksi Tol Berbasis MLFF

Berita
Sepanjang 2020, Jalan Tol Terbangun di Indonesia Capai 246 Kilometer

Sepanjang 2020, Jalan Tol Terbangun di Indonesia Capai 246 Kilometer

Berita
'Gunung Dikeruk, Lembah Ditimbun, Tak Ada Resapan Air, Kami Akan Panggil Ciputra Group'

"Gunung Dikeruk, Lembah Ditimbun, Tak Ada Resapan Air, Kami Akan Panggil Ciputra Group"

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X