Pengembang Ini Tawarkan Kavling Tanah Rp 8,35 Juta Per Meter Persegi - Kompas.com

Pengembang Ini Tawarkan Kavling Tanah Rp 8,35 Juta Per Meter Persegi

Kompas.com - 07/08/2018, 22:26 WIB
Ilustrasi.www.shutterstock.com Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Siapa bilang lahan kosong di Jakarta sudah habis? Ternyata, masih banyak kavling siap bangun untuk dijadikan perumahan di wilayah ibu kota Indonesia ini.

Kendati tak sebanyak dan semasif apartemen dan rumah tapak, produk kavling siap bangun masih dijadikan sebagai andalan atau profit center para pengembang.

Salah satu pengembang yang masih menjual kavling siap bangun adalah PT Jagakarsa Realty yang memiliki lokasi proyek di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Baca juga: Sulitnya Mencari Rumah Seharga Rp 500 Jutaan di Jakarta Selatan

“Kami enggak cuma menjual rumah, tapi juga jualan tanah. Luas dan harganya beda-beda, tergantung posisinya,” ucap Ferdina, seorang tenaga penjualan, kepada Kompas.com, Selasa (7/8/2018) di Jakarta.

Terdapat 135 kavling yang tersedia di proyek bernama Casamora itu. Dari jumlah tersebut, saat ini tinggal tersisa 43 kavling.

Artinya, lebih dari dua pertiga stok kavling sudah laku terjual. Hal ini membuktikan minat masyarakat untuk membeli tanah tetap tinggi, baik untuk dibangun rumah maupun investasi.

Konsumen yang membeli tanah itu nantinya bisa membangun rumah sesuai selera masing-masing dengan syarat pembayarannya sudah lunas, baik secara tunai maupun kredit.

Namun, untuk membangun rumah itu pun ada kriteria yang ditentukan, yaitu fasad rumah harus sesuai dengan standar pengembang.

“Tanah itu nanti bisa dibangun asalkan sudah bayar lunas. Tapi kalau mau dibangun juga enggak sembarangan, tampak depan rumahnya harus mengikuti syarat dari pengembang,” kata Ferdina.

Dari sisa kavling yang masih ada sekarang, luas paling kecil berukuran 275 meter persegi dengan harga lebih dari Rp 2,5 miliar atau sekitar Rp 8,35 juta per meter persegi.

Sedangkan ukuran kavling tersisa yang paling besar luasnya 626 meter persegi yang harganya mencapai Rp 5,5 miliar.

Pembelian tanah itu bisa dilakukan dengan cara kredit melalui bank syariah tertentu dengan uang muka 30 persen.



Close Ads X