Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sulitnya Mencari Rumah Seharga Rp 500 Jutaan di Jakarta Selatan

Kompas.com, 7 Agustus 2018, 17:29 WIB
Erwin Hutapea,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Meroketnya harga rumah di Jakarta membuat masyarakat mengalami kesulitan mencari rumah dengan harga terjangkau sesuai kantong.

Tingginya harga tanah berpengaruh signifikan terhadap banderol harga rumah. Tak mengherankan rumah tapak yang dipasarkan tidak ada yang dibanderol Rp 500 jutaan.

Rata-rata sudah menyentuk angka lebih dari Rp 1 miliar per unit. Bahkan, di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang notabene di luar pusat kota, sulit menemukan rumah dengan harga ratusan juta rupiah.

Dari penelusuran Kompas.com di daerah tersebut, rumah tapak yang dibangun oleh pengembang memiliki luas yang bervariasi.

Baca juga: 5 Dampak Penting Bila Anda Beli Jadi atau Bangun Rumah Sendiri

Jumlah rumah yang dibangun pun juga tidak banyak, rata-rata hanya 10 sampai 15 unit.

Callista Vista Residences, contohnya. Pengembang perumahan ini menawarkan 13 rumah dengan luas mulai dari 75 meter persegi hingga 103 meter persegi.

Harganya pun berbeda-beda, dengan sistem pembayaran menggunakan kredit pemilikan rumah (KPR) syariah.

“Di sini ada 12 rumah, enam rumah sudah laku dijual. Semuanya bertingkat dengan kualitas material bangunan yang bagus,” ujar Purnomo, seorang petugas di kompleks itu, Selasa (7/8/2018) di Jakarta.

Dia menambahkan, harga minimal di perumahan yang berlokasi di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, itu mulai dari Rp 1,2 miliar hingga Rp 1,7 miliar.

Harga tersebut sesuai dengan harga tanah rata-rata di wilayah tersebut, berkisar antara Rp 5 juta sampai Rp 10 juta per meter persegi.

“Harga tanah di sini kira-kira Rp 5 juta sampai Rp 10 juta, tergantung jalannya bisa dilewati mobil atau enggak,” cetus Purnomo.

Adapun luas bangunannya terkecil 114 meter persegi sampai yang paling luas 153 meter persegi.

Pengembang memberikan syarat uang tanda jadi (UTJ) senilai Rp 10 juta, sedangkan uang mukanya ditentukan 20 persen, tergantung luas tanah dan bangunannya.

Sebagai contoh, rumah dengan luas tanah 75 meter persegi dan luas bangunan 114 meter persegi jika menggunakan KPR syariah dipatok seharga Rp 1.270.000.000.

Uang muka yang ditetapkan yaitu Rp 248.100.000, dengan tenor 15 dan 20 tahun.

Harga jual itu sudah termasuk sertifikat hak milik (SHM), izin mendirikan bangunan (IMB), listrik 2.200 watt, pemasangan sambungan internet, dan PPN.

Namun, harga jual itu belum termasuk biaya KPR, AJB, pajak dan biaya lainnya, serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau