Pasokan Kantor di Singapura Seret, Pemilik Naikkan Harga Sewa - Kompas.com

Pasokan Kantor di Singapura Seret, Pemilik Naikkan Harga Sewa

Kompas.com - 07/08/2018, 23:00 WIB
Patung Merlion di SingapuraShutterstock Patung Merlion di Singapura

KOMPAS.com - Pasar perkantoran di Singapura saat ini sedang berubah karena pasokannya semakin terbatas. Tentu saja, kondisi pasar ini memberikan keuntungan bagi para pemilik gedung untuk meningkatkan harga sewa properti mereka.

"Harga sewa kantor diperkirakan akan meningkat 20 hingga 25 persen antara 2018 dan 2020, yang tadinya diharapkan hanya 12 sampai 16 persen," kata Head of Capital Market Research Jones Lang LaSalle (JLL) di Asia Tenggara, Regina Lim, sebagaimana dipublikasikan South China Morning Post, Selasa (7/8/2018).

Dia menambahkan bahwa harga sewa kantor telah meningkat 6 persen pada semester pertama tahun ini.

Baca juga: MRT Singapura Merugi Hampir Rp 1 Triliun

Menurut Lim, Pemerintah Singapura fokus membangun perkantoran yang terdesentralisasi dengan tujuan lokasi kerja para karyawan lebih dekat ke rumah masing-masing.

Untuk kali pertama sejak tahun 2003, belum ada perkantoran di pusat bisnis yang masuk daftar cadangan persediaan selama semester kedua 2017 serta semester pertama dan kedua 2018 yang sesuai dengan program pemerintah.

JLL mengaku yakin bahwa suplai ruang perkantoran akan tetap rendah hingga tahun 2024. Hal itulah yang bisa mendorong pertumbuhan harga sewa antara tahun 2020 ke 2023.

"Tingkat kepercayaan cukup tinggi terhadap pasar properti komersial Singapura, dengan level komitmen mencapai 70 persen di Gedung Marina One," ujar Lim.

Hingga akhir 2017, Gedung Marina One merupakan kompleks bisnis, perumahan, dan ritel yang menyediakan ruang kantor seluas 175.000 meter persegi.

Para penyewa di sana antara lain Facebook, Prudential, dan PwC Singapura.

Sementara itu, Gedung CapitaSpring yang pembangunannya akan selesai pada April 2021 juga mencatat kontrak sewa sebesar 24 persen.

Salah satunya dengan JP Morgan yang sepakat menyewa sekitar 14.300 meter persegi untuk ruang kantornya.

Ada pula Allianz yang menurut perhitungan akan menyewa lebih kurang 4.600 meter persegi di ASB Tower. Jika sesuai rencana, menara itu akan selesai pada Juli 2020.

Permintaan kantor yang begitu cepat datang dari berbagai sektor. Pasarnya pun lebih beragam dibandingkan yang pernah terjadi sekitar satu dekade lalu.

Perusahaan keuangan mengambil bagian 47 persen dari penyewaan ruang kantor antara tahun 2004 dan 2014, sedangkan pada 2015 dan 2017 jatahnya sekitar 23 persen.

Di sisi lain, ucap Lim, pangsa pasar untuk perusahaan teknologi melonjak dari 8 persen menjadi 25 persen pada periode yang sama.

Adapun perkantoran yang berlokasi di daerah pusat bisnis meningkat 6 persen pada paruh pertama 2018 dari tahun sebelumnya.

Angka itu menunjukkan pertambahan dibanding tahun 2017 sebesar 3,2 persen dan tahun 2016 sebesar 1 persen.

Sekitar 15 tahun yang lalu, perusahaan di sektor keuangan berskala global cenderung membuka kantornya untuk wilayah Asia Pasifik di Hong Kong atau Singapura.

Namun, saat ini, ada kecenderungan yang berkembang bahwa perusahaan internasional mendirikan markasnya untuk Asia Timur di Hong Kong atau Shanghai, bersamaan dengan markas untuk Asia Tenggara di Singapura.

Meskipun dalam tahap pemulihan, penyewaan ruang perkantoran di Singapura masih jauh di bawah kota-kota besar lainnya di Asia.

Menurut data JLL, penyewaan kantor di Hong Kong 2,9 kali lebih tinggi dari Singapura. Begitu pula di Tokyo, Beijing, dan Shanghai Pudong yang masing-masing 1,5 kali; 1,4 kali; dan 1,3 kali lebih besar dibanding di Negeri SInga.



Close Ads X