Pemerintah Kaji Penundaan Sejumlah Proyek Infrastruktur

Kompas.com - 07/08/2018, 14:05 WIB
Ilustrasi infrastruktur SHUTTERSTOCKIlustrasi infrastruktur

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah proyek infrastruktur saat ini tengah dikaji pemerintah apakah akan dilanjutkan atau tidak. Pengkajian tersebut dilakukan dengan melihat kondisi ekonomi Tanah Air.

Direktur Program Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Rainier Haryanto mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah nantinya proyek tersebut akan dihentikan sementara atau tidak.

"Kita sedang evaluasi. Kita sedang studi mitigasinya dahulu," kata Rainier kepada Kompas.com, Selasa (7/8/2018).

Baca juga: Pemerintah dan Swasta Sama-sama Terbatas Soal Dana Infrastruktur

Evaluasi dilakukan berdasarkan seberapa besar faktor yang berkontribusi kepada kondisi ekonomi nasional, seperti jumlah impor.

"(Soal mana yang jadi prioritas) kami masih melakukan studi untuk dampaknya dahulu dan hal-hal yang dapat dilakukan untuk memitigasi," tambah Rainier.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika mengatakan, secara umum kondisi neraca perdagangan masih cukup baik.

Kendati sampai semester I-2018 masih defisit, namun pemerintah tetap memproyeksi surplus hingga akhir tahun.

Baca juga: Pembiayaan Proyek Infrastruktur Melalui SBSN Meningkat Tiap Tahun

"(Surplus) angkanya mungkin 4-6 miliar dollar AS proyeksinya (sampai akhir tahun). Juni kemarin sudah surplus 1,7 miliar dollar AS, khusus untuk bulan Juni ya," kata Erani.

Ia menegaskan, hingga kini Presiden Joko Widodo belum menyampaikan arahan apapun soal rencana penghentian sementara proyek infrastruktur.

Menurut Erani, dilanjutkan atau tidak sebuah proyek infrastruktur tentu mengacu pada kondisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sebab, pembiayaan infrastruktur bersumber dari sana.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X