Kompas.com - 18/07/2018, 18:30 WIB
Ilustrasi infrastruktur SHUTTERSTOCKIlustrasi infrastruktur

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan infrastruktur berkualitas menjadi salah satu faktor penentu untuk meningkatkan daya saing suatu negara di mata internasional.

Pemerintah pun memberikan perhatian lebih terhadap sektor ini, karena Indonesia telah tertinggal jauh dari negara lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, pembangunan infrastruktur membutuhkan banyak dukungan. Tak hanya soal kemampuan sumber daya manusianya, tetapi juga pendanaan.

Baca juga: Pembiayaan Infrastruktur dan SDA dari Sukuk Rp 13,73 Triliun

Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Anita Firmanti mengatakan, setidaknya dibutuhkan anggaran Rp 4.700 triliun untuk memenuhi kebutuhan pendanaan infrastruktur nasional pada 2015-2019.

Anggaran tersebut, tidak bisa disiapkan semuanya oleh pemerintah, sehingga diharapkan ada peran dari pihak lain untuk mewujudkannya.

"Dengan demikian masih dibutuhkan sumber pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur lain, terutama dari sektor swasta," kata Anita di Auditorium Kementerian PUPR, Rabu (18/7/2018).

Pada tahun ini, Kementerian PUPR mendapat alokasi anggaran senilai Rp 107,386 triliun dalam APBN 2018. Alokasi tersebut setara 12,67 persen dari total APBN 2018.

Sementara itu, meski infrastruktur tengah mendapat perhatian, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani mengaku, tidak banyak swasta yang menikmati hal tersebut.

"Yang berhubungan dengan infrastruktur lebih banyak di BUMN," ujarnya.

Hal itu tidak terlepas dari kemampuan swasta dalam menyediakan pendanaan. Kondisi itu tentu berbeda dengan BUMN yang memiliki banyak pilihan bantuan pendanaan dari pemerintah.

Namun begitu, pihak swasta tidak mau putus asa. Salah satu upaya yang dilakukan agar tetap mendapatkan jatah 'kue' infrastruktur, yaitu dengan menggandeng BUMN.

"Kita inginnya, ini momentum lagi proyek infrastruktur sangat besar. Tidak hanya bangun infrastruktur saja, tetapi juga industri yang menunjangnya seperti baja bisa melompat naik," tutup Roslan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.