Berita Populer: Masalah Kali Item dan Tol Layang Jakarta-Cikampek

Kompas.com - 25/07/2018, 14:21 WIB
Pekerja membersihkan sampah di Kali Sentiong atau Kali Item, Jakarta Utara, Jumat (20/7/2018). Pemasangan jaring-jaring berbahan nilon untuk mengatasi buruknya rupa Kali Item sebelum menerima para atlet Asian Games 2018 dari mancanegara yang akan menginap di Wisma Atlet. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPekerja membersihkan sampah di Kali Sentiong atau Kali Item, Jakarta Utara, Jumat (20/7/2018). Pemasangan jaring-jaring berbahan nilon untuk mengatasi buruknya rupa Kali Item sebelum menerima para atlet Asian Games 2018 dari mancanegara yang akan menginap di Wisma Atlet.

JAKARTA, KOMPAS.com - Masalah bau tidak sedap di Kali Sentiong, atau yang dikenal dengan Kali Item, dan airnya yang berwarna hitam masih menjadi polemik menjelang perhelatan Asian Games 2018.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk menanganinya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turun tangan dalam hal pengelolaan airnya. Berita ini menjadi berita paling populer di kanal Properti Kompas.com, Selasa (24/7/2018).

Selain itu, informasi tentang pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) yang ditargetkan selesai pada akhir Maret 2019 juga menarik banyak pembaca.

Berikut ini daftar berita populer selengkapnya:

1. Pemerintah pusat ikut tangani aliran air di Kali Item

Masalah munculnya bau tidak sedap di Kali Sentiong, atau yang dikenal dengan Kali Item, dan airnya yang berwarna hitam menjadi polemik menjelang perhelatan Asian Games 2018.

Sebab, kali yang berada di samping Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, itu dianggap mengganggu kenyamanan para atlet yang tinggal di sana.

Untuk menangani masalah itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turun tangan dalam hal pengelolaan airnya.

Direktur Sungai dan Pantai, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan, pihaknya akan mengatur arus air mulai dari Bendung Katulampa hingga ke Kali Sentiong dan Kali Sunter.

Berita selengkapnya: Soal Kali Item, Pemerintah Pusat Turun Tangan Atasi Aliran Air

2. Tol Layang Jakarta-Cikampek bisa digunakan untuk mudik 2019 

Pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) terus dikebut. PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek menargetkan konstruksi jalan tol tersebut dapat selesai pada akhir Maret 2019.

Direktur Utama JJC Djoko Dwijono mengatakan, paling tidak, mudik tahun depan Tol Jakarta-Cikampek bertambah kapasitasnya dengan berfungsinya tol layang ini.

Saat ini pekerjaan konstruksi tol layang sepanjang 38 kilometer tersebut sudah mencapai 40 persen. Jalan bebas hambatan itu nantinya terbentang mulai dari Cikunir hingga Karawang.

Berita selengkapnya: Mudik 2019, Tol Layang Jakarta-Cikampek Bisa Digunakan

3. Iwan Sunito jadi orang Indonesia yang berpengaruh di Sydney 

Iwan Sunito, pengusaha properti Indonesia masuk dalam jajaran 20 tokoh paling berpengaruh di Sydney, Negara Bagian New South Wales, Australia, versi Southern Courier.

Southern Courier yang berafiliasi dengan News Corp Agency menempatkan pria ini di peringkat ke-16.

Posisi Iwan di atas raja restoran, Justin Hemmes, yang sangat beken dengan kekayaan mencapai Rp 9,5 triliun.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (23/7/2018), Iwan merupakan satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam daftar Southern Courier.

Berita selengkapnya: Iwan Sunito, Orang Indonesia Paling Berpengaruh di Sydney

4. Gama Land kembangkan proyek baru senilai Rp 7 triliun

Dua bersaudara Ganda dan Martua Sitorus dengan bendera Gama Land bakal merilis proyek skala jumbo di Pulogadung, Jakarta Timur, Oktober 2018 mendatang.

Direktur Operasional Gama Land Dicky Iksan Soetikno memastikan hal tersebut kepada Kompas.com, Sabtu (22/7/2018). 

Menurut Dicky, proyek tersebut bertajuk East Jakarta City yang mencakup 15 menara apartemen dan 1 pusat belanja. 

Mempertimbangkan besarnya proyek ini, Gama Land menggandeng raksasa properti nasional, Ciputra Group. 

Berita selengkapnya: Ganda-Martua Sitorus Rilis Megaproyek Rp 7 Triliun Oktober 2018

5. Tol Layang Jakarta-Cikampek tak memiliki tambahan pintu keluar

Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) Djoko Dwijono memastikan tidak akan menambah pintu keluar di sepanjang jalur Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated).

Djoko beralasan, sejak awal pembangunan jalan tol ini dirancang untuk mengatasi persoalan kemacetan yang timbul akibat padatnya arus kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek.

Kepadatan tersebut salah satunya lantaran banyaknya masyarakat yang memanfaatkan jalan tol ini untuk melakukan perjalanan jarak pendek.

Berita selengkapnya: Tak Ada Tambahan Pintu Keluar di Tol Layang Jakarta-Cikampek



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.