Dua "Cross Girder" Jembatan Kalikuto Jatuh, Target Mundur 3 Minggu

Kompas.com - 15/07/2018, 16:00 WIB
Dua cross girder Jembatan Kalikuto yang jatuh di sungai. KOMPAS.com/ SLAMET PRIYATINDua cross girder Jembatan Kalikuto yang jatuh di sungai.

SOLO, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan, dua cross girder Jembatan Kalikuto yang jatuh, Jumat (13/7/2018), tidak terlalu memengaruhi waktu penyelesaian pekerjaan jembatan tersebut.

Sekali pun, waktu penyelesaian Jembatan Kalikuto terpaksa sedikit mundur dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya.

"Paling mundur dalam hitungan minggu," kata Basuki di Solo, Minggu (15/7/2018).

Baca juga: Jembatan Kalikuto, The Missing Link Tol Trans Jawa Itu Tersambung...

Ia menuturkan, cross girder yang jatuh merupakan rangkaian sementara yang sebelumnya digunakan sebagai penahan beban pada saat arus mudik dan balik Lebaran 2018.

Setidaknya, terdapat sepuluh pasang cross girder sementara yang terpasang pada konstruksi Jembatan Kalikuto.

Sedianya, cross girder sementara itu akan diganti dengan girder permanen. Enam pekerjaan awal tidak ada persoalan.

Namun, masalah timbul ketika pemasangan cross girder ketujuh dan kedelapan dilakukan.

"Merosot gitu. Mudah-mudahan diangkat lagi," imbuh Basuki.

Pada H-2 Lebaran 2018 atau Rabu (13/6/2018), Jembatan Kalikuto di ruas tol Batang-Semarang dibuka secara fungsional dan bisa dilalui arus mudik.Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Pada H-2 Lebaran 2018 atau Rabu (13/6/2018), Jembatan Kalikuto di ruas tol Batang-Semarang dibuka secara fungsional dan bisa dilalui arus mudik.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasamarga Batang Semarang Arie Irianto menjelaskan, merosotnya kedua cross girder lantaran adanya getaran dari crane yang mengakibatkan kabel gantung terpelintir hingga terputus.

Meski demikian, ia memastikan, kualitas pekerjaan dan keamanan jembatan tetap sesuai dengan spesifikasi dan persyaratan yang ada.

Selain itu, struktur pelengkung utama yang sudah terpasang secara permanen dipastikan tidak mengalami kendala.

"Jembatan Kalikuto tidak mengalami permasalahan pada bagian konstruksi lainnya, sehingga kami memandang tidak tepat beberapa judul pemberitaan yang menyebut istilah Jembatan Kalikuto runtuh," kata Arie.

Ia menambahkan, pekerjaan konstruksi Jembatan Kalikuto akan mundur dari target sebelumnya. Sesuai kontrak, pekerjaan konstruksi seharusnya selesai 25 September 2018.

Namun, pekerjaan dikebut agar dapat rampung pada 8 Agustus 2018.

"Mundur dua hingga tiga minggu, kita tidak akan mengorbankan kualitas," tuntas Arie.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X