Tol Kunciran-Cengkareng, Jalur Alternatif Baru ke Bandara - Kompas.com

Tol Kunciran-Cengkareng, Jalur Alternatif Baru ke Bandara

Kompas.com - 12/07/2018, 11:14 WIB
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jalan tol akses Serpong - Kunciran sepanjang 11,20 km di Kawasan Jombang Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (02/02/2018). Jalan tol  ini merupakan bagian dari jaringan Tol JORR 2 yang nantinya akan menghubungkan Bandara Soekarno Hatta hingga Bitung Tangerang dan diharapkan mampu memecahkan penumpukan serta kemacetan yang ada di tol dalam kota maupun tol JORR.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jalan tol akses Serpong - Kunciran sepanjang 11,20 km di Kawasan Jombang Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (02/02/2018). Jalan tol ini merupakan bagian dari jaringan Tol JORR 2 yang nantinya akan menghubungkan Bandara Soekarno Hatta hingga Bitung Tangerang dan diharapkan mampu memecahkan penumpukan serta kemacetan yang ada di tol dalam kota maupun tol JORR.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasamarga Kunciran-Cengkareng (JKC) terus mengerjakan Jalan Tol Kunciran-Cengkareng yang merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2.

Total lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan tol itu mencapai 122 hektar dengan menggunakan dana pemerintah. Progres pembebasan tanahnya hingga awal Juli ini mencapai 44,42 persen.

Anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk itu optimistis bahwa pembebasan lahan untuk Tol Kunciran-Cengkareng bisa diselesaikan sesuai jadwal.

Ruas tol tersebut ditargetkan beroperasi pada Maret 2019 dan saat ini pembangunannya telah mencapai 15,51 persen.

Baca juga: Tol Kunciran-Serpong Ditargetkan Rampung November 2018

Direktur Utama JKC Edwin Cahyadi mengatakan, terdapat sejumlah masalah terkait pengadaan tanah, seperti kesepakatan harga tanah, tumpang tindih kepemilikan tanah, dan tanah fasos/fasum yang belum diserahterimakan.

Selain itu, ada pula masalah penentuan lokasi puskesmas pengganti, pengukuran ulang Peta Bidang dan Daftar Nominatif Pemilik (DNP), dan terhambatnya eksekusi tanah milik pemerintah yang masih ditempati warga.

Berbagai masalah tersebut berakibat pada semakin lamanya waktu pengerjaan proyek karena lokasi pembebasan tanahnya menyebar di sejumlah titik sehingga akses masuk alat berat ke lokasi sangat terbatas.

Edwin berharap dukungan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang, Pemkot Tangerang, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)-Kementerian PUPR bersama pihak terkait untuk menemukan solusi.

“Kami aktif berkoordinasi dengan BPN Kota Tangerang dan PPK untuk segera menyelesaikan pelaksanaan pembebasan tanah Tol Kunciran-Cengkareng,” ujar Edwin Cahyadi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (12/7/2018).

Dia berharap pengadaan tanah dapat diselesaikan dalam waktu dekat karena target penyelesaian konstruksi pada Februari 2019, padahal masih banyak lokasi pekerjaan struktur yang belum bebas.

Untuk diketahui, Tol Kunciran-Cengkareng memiliki panjang total 14,19 kilometer dan terbagi menjadi empat seksi.

Keempat seksi itu yakni Seksi 1 Simpang Susun (SS) Kunciran-SS Sultan Ageng Tirtayasa sepanjang 2,04 kilometer, Seksi 2 SS Sultan Ageng Tirtayasa-Benteng Betawi sepanjang 3,52 kilometer, Seksi 3 Benteng Betawi-Husein Sastranegara 6,57 kilometer, dan Seksi 4 Husein Sastranegara-SS Benda 2,06 kilometer.

Jika Tol Kunciran-Cengkareng sudah beroperasi, pengguna jalan tol ke Bandara Soekarno-Hatta akan memiliki alternatif baru selain Tol Soedijatmo sehingga arus kendaraan akan tersebar.

 


Komentar
Close Ads X