Sejak Zaman Kolonial, Kaca Patri Sudah Jadi Tren

Kompas.com - 09/07/2018, 21:28 WIB
Kaca patri pada Lawang Sewu ini masih tetap terlihat menarik kendati usianya sudah tua sekali.
KLINIK FOTOGRAFI KOMPAS, Tema: Tak Lekang Oleh Waktu SUPARLANKaca patri pada Lawang Sewu ini masih tetap terlihat menarik kendati usianya sudah tua sekali. KLINIK FOTOGRAFI KOMPAS, Tema: Tak Lekang Oleh Waktu

Namun setelah zaman kolonial berakhir di era 1930-an, seni kaca patri pun ikut punah. Ini karena seniman dan arsitek kala itu hampir semuanya orang Belanda dan telah kembali ke negaranya.

Setelah era kemerdekaan, seni kaca patri muncul kembali dan marak digunakan di Indonesia pada tahun 1975, seperti dikutip dari Harian Kompas, 13 Agustus 2002.

Kaca patri kini tak hanya bisa dinikmati di bangunan-bangunan tua, namun telah bertransformasi ke dalam berbagai fungsi, misalnya kanopi, jendela pintu, penyekat ruangan, tempat lilin, pot, tempat lampu, hingga hiasan dending berbagai bentuk.

Rumah-rumah modern yang menggunakan kaca patri juga sudah berubah fungsinya, yakni sebagai penghias eksterior atau interior bangunan.

Kaca patri kini bisa ditemui di pintu utama rumah, jendela, ruang tamu, kamar mandi, bahkan juga berfungsi sebagai partisi atau langit-langit rumah.

Teknologi kaca patri juga terus berkembang. Dibandingkan kaca patri buatan zaman dulu, seni kaca patri sekarang bisa dibuat lebih berseni.

Rangka kaca juga beragam. Jika zaman dulu rangka kaca patri terbuat dari timah yang tidak kokoh, kini rangka tembaga dan seng bisa diperoleh dengan mudah, sehingga desain seni dapat sesuai dengan keinginan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turun 66 Persen, Kendaraan yang Melintasi Tol Cipali hanya 20.000 Unit Selama H-4

Turun 66 Persen, Kendaraan yang Melintasi Tol Cipali hanya 20.000 Unit Selama H-4

Berita
Tahun 2024, Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol Ditargetkan Nol Korban Meninggal

Tahun 2024, Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol Ditargetkan Nol Korban Meninggal

Berita
Jasa Marga Targetkan Penanganan Kecelakaan di Jalan Tol Maksimal 20 Menit

Jasa Marga Targetkan Penanganan Kecelakaan di Jalan Tol Maksimal 20 Menit

Berita
Selasa Puncak Lalin, 109.237 Kendaraan Bakal Tinggalkan Jabotabek

Selasa Puncak Lalin, 109.237 Kendaraan Bakal Tinggalkan Jabotabek

Berita
Tekan Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol, Jasa Marga dan Basarnas Gelar Simulasi Evakuasi Udara

Tekan Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol, Jasa Marga dan Basarnas Gelar Simulasi Evakuasi Udara

Berita
[POPULER PROPERTI] Anjlok 45,5 Persen, 245.945 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

[POPULER PROPERTI] Anjlok 45,5 Persen, 245.945 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Berita
Gerak Cepat BPJN NTT Perbaiki Jembatan dan Jalan Rusak akibat Badai Seroja (1)

Gerak Cepat BPJN NTT Perbaiki Jembatan dan Jalan Rusak akibat Badai Seroja (1)

Berita
Tiga Menteri, Ketua DPR, Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Penyekatan Lalin Lebaran 2021

Tiga Menteri, Ketua DPR, Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Penyekatan Lalin Lebaran 2021

Berita
Incar Rp 200 Miliar, Paramount Tawarkan 6 Produk Sekaligus Jelang Lebaran

Incar Rp 200 Miliar, Paramount Tawarkan 6 Produk Sekaligus Jelang Lebaran

Perumahan
Mengapa Harga Jual Rumah Seken Bisa Turun? Cek Penyebabnya

Mengapa Harga Jual Rumah Seken Bisa Turun? Cek Penyebabnya

Hunian
7 Rekomendasi Rumah Murah di Bawah Rp 300 Juta

7 Rekomendasi Rumah Murah di Bawah Rp 300 Juta

Perumahan
Staycation di Tangerang, Ini 4 Pilihan Hotel dengan Fasilitas Kolam Renang

Staycation di Tangerang, Ini 4 Pilihan Hotel dengan Fasilitas Kolam Renang

Hotel
Anjlok 45,5 Persen, 245.000 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek hingga H-5 Lebaran

Anjlok 45,5 Persen, 245.000 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek hingga H-5 Lebaran

Berita
Begini Plus Minus Gunakan Rak Dapur Terbuka di Rumah

Begini Plus Minus Gunakan Rak Dapur Terbuka di Rumah

Interior
Lima Hari Jelang Lebaran, Tol Cipali Masih Diramaikan Kendaraan Logistik

Lima Hari Jelang Lebaran, Tol Cipali Masih Diramaikan Kendaraan Logistik

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X