Pemenang Pilkada Dihadang OSS dan RDTR

Kompas.com - 09/07/2018, 06:05 WIB
Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak. Gambar diambil pada Selasa (2/1/2018) KOMPAS.com/MOH NADLIRKhofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak. Gambar diambil pada Selasa (2/1/2018)

Masalahnya, baru 40 kabupaten/kota saat ini yang memiliki RDTR yang sudah di perdakan, dari 540an kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Di level propinsi, kabupaten dan kota, arahan strategis pembangunan ada di RTRW yang sudah tuntas walaupun kualitasnya banyak yang masih normatif.

RDTR adalah rencana detail kota dengan skala 1:5.000, yang disusun untuk satu satuan perencanaan, biasanya seluas kecamatan.

Maka bisa dibayangkan, kalau rata-rata jumlah kecamatan per kota/kabupaten adalah 10, masih ada 5.000-an dokumen rencana detail yang harus segera disusun dan di-perda-kan.

Para wali kota dan bupati harus bekerja keras untuk mengurai bottleneck ini. Hal ini tidak akan dapat berhasil tanpa kerja sama dan dukungan dari pemerintah pusat.

Program percepatan pembangunan infrastruktur pemerintah dan pencapaian Agenda Baru Perkotaan (dan pedesaan) Indonesia pun terancam stagnan.

Tantangan di Kementerian ATR/BPN

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN sebagai pemangku utama urusan perencanaan tata ruang sudah menyatakan akan menjadikan penyusunan RDTR sebagai prioritas, dan menyiapkan dana APBN sebesar Rp 2 miliar untuk membantu per daerah.

Ada 100 sampai 150 daerah yang akan mendapat bantuan. Nah, sekarang tantangan paling krusial adalah bagaimana melaksanakannya.

Secara aturan perundangan, RDTR harus disusun oleh perencana bersertifikat. Selain itu prosesnya secara teknis sangat ketat, dan harus mengikuti aturan yang sudah ada.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X