Tol Solo-Ngawi Diyakini Tingkatkan Pariwisata Kota Solo

Kompas.com - 03/07/2018, 14:28 WIB
Suasana jembatan Klodran di Tol Solo-Ngawi-Kertosono di Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (17/6/2017). Tujuh hari jelang Lebaran atau Senin, (19/6/2017) mulai pukul 06.00 WIB, pemudik bisa menggunakan Tol Solo-Kertosono menuju arah timur. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESSuasana jembatan Klodran di Tol Solo-Ngawi-Kertosono di Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (17/6/2017). Tujuh hari jelang Lebaran atau Senin, (19/6/2017) mulai pukul 06.00 WIB, pemudik bisa menggunakan Tol Solo-Kertosono menuju arah timur.

SOLO, KOMPAS.com - Ruas tol Kartasura-Sragen yang merupakan bagian dari Jalan Tol Solo-Ngawi akan segera diresmikan pada bulan Juli ini.

Direktur Utama PT Solo Ngawi Jaya (JSN) David Wijayatno mengatakan sudah mendapatkan izin operasi dan penetapan tarif tol dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakya (PUPR) melalui Surat Keputusan Nomor 387/KPTS/M/2018 tgl 8 Juni 2018.

Menurut David kehadiran ruas tol ini akan mendukung kelancaran arus lalu lintas barang serta mobilitas masyarakat Solo hingga Ngawi dan sekitarnya.

Baca juga: Tarif Tol Solo-Ngawi Lebih Murah dari yang Diusulkan

Manfaatnya bagi pengguna jalan tol dari Yogyakarta, Semarang, atau Salatiga yang akan menuju  Sragen atau Ngawi tidak perlu masuk ke Kota Solo.

Sedangkan sebelumnya pengguna jalan harus berkendara selama satu hingga satu setengah jam bahkan lebih saat macet.

“Kalau lewat tol dari Ngasem atau Kartasura dari Colomadu sampai Sragen bisa ditempuh dalam waktu 20 menit atau 25 menit, dengan kecepatan kira-kira 80 kilometer sampai 100 kilometer per jam,” ujar David kepada Kompas.com, Senin (2/7/2018) siang.

Terkait dampak positif buat Kota Solo, menurut David, justru sangat signifikan. Hal ini karena Solo bukanlah kota transit melainkan kota tujuan, sehingga menarik wisatawan untuk datang berkunjung.

Selain itu, lanjut David, Solo memiliki kelebihan dibanding dengan kota lain dalam beberapa aspek seperti kuliner, budaya, dan juga wisata.

Mural bertema Asian Games 2018 terlukis di dinding bangunan rumah dan gudang di Kampung Pucangsawit, Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (30/6/2018).KOMPAS.com/Labib Zamani Mural bertema Asian Games 2018 terlukis di dinding bangunan rumah dan gudang di Kampung Pucangsawit, Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah, Sabtu (30/6/2018).

Senada dengan David, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan Solo merupakan kota unik, majemuk dan memiliki banyak tujuan wisata mulai dari kuliner, batik, dan juga museum.

Pemkot Surakarta sendiri telah membuat konsep pariwisata komprehensif yang menggabungkan pariwisata seni dan pertunjukan, dengan kuliner yang mulai mapan hingga pelayanan jasa.

Rudy menyebut ada beberapa destinasi wisata baru yang menjadi andalan Kota Solo, seperti kawasan kuliner Galabo, wisata air di Tirtonadi, dan Taman Satwa Jurug.

Secara keseluruhan, Jalan Tol Solo-Ngawi dirancang sepanjang 90,25 kilometer. Jalan tol ini sebelumnya sudah dibuka tanpa tarif sejak tanggal 8 Juni lalu, dan masih berlanjut hingga hari ini.

Meski tanpa taruf, sejak 26 Juni PT JSN sudah menerapkan sistem transaksi di gerbang tol dengan menggunakan uang elektronik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X