Kompas.com - 23/06/2018, 21:00 WIB
Foto udara bakal lokasi proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (6/6/2018). Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi direncanakan terbagi menjadi tiga seksi yaitu meliputi Seksi I Probolinggo-Besuki (46,1 km), Seksi II Besuki-Curahkalak (59,5 km), dan Seksi III Curahkalak-Ketapang (66,4 km) dan ditargetkan selesai akhir tahun 2019. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGFoto udara bakal lokasi proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (6/6/2018). Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi direncanakan terbagi menjadi tiga seksi yaitu meliputi Seksi I Probolinggo-Besuki (46,1 km), Seksi II Besuki-Curahkalak (59,5 km), dan Seksi III Curahkalak-Ketapang (66,4 km) dan ditargetkan selesai akhir tahun 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pembangunan jaringan Jalan Tol Trans-Jawa dari Merak di Banten hingga Banyuwangi di Jawa Timur akan berakhir di ruas Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika kelak rampung terbangun, tol itu nantinya menjadi yang terpanjang di Indonesia. Namun, hingga saat ini perkembangannya masih dalam tahap pembebasan lahan.

Padahal Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam beberapa kali kesempatan menargetkan tol ini rampung pembangunannya dan dapat beroperasi penuh pada 2019 mendatang.

Baca juga: Probowangi, Calon Tol Terpanjang di Indonesia

PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, merupakan badan usaha yang memiliki hak membangun dan mengelola tol (konsesi) tersebut.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani mengatakan, pembangunan Tol Probowangi saat ini masih dalam perencanaan berbagai hal.

“Tol Probowangi itu sekarang masih dalam proses penetapan lokasi (penlok), tender konstruksi, pemantapan desain, perubahan trase atau arah jalan, dokumen pengadaan tanah, pembebasan tanah, baru mulai konstruksi,” ucap Desi Arryani saat diwawancarai Kompas.com di Pasuruan, Jumat (22/6/2018).

Menurut dia, investasi sementara untuk tol sepanjang 172 kilometer tersebut sebesar Rp 23 triliun. Perkiraan biaya itu bisa saja berubah tergantung pelaksanaannya nanti.

“Tergantung kondisinya, desain dan eksekusi lapangan biasanya ada penyesuaian. Intinya pembebasan tanah,” tambahnya.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto menuturkan, proses pembangunan Tol Probowangi saat ini masih dalam fase pembebasan lahan.

“Tol Probowangi masih pembebasan lahan dan lain-lain, tapi 2019 nanti akan diselesaikan semua,” tutur Arie singkat.

Saksikan video reportase perjalanan mudik Tim Merapah Trans Jawa berikut ini: 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.