Tol Fungsional Wilangan-Kertosono Tak Bisa Dilewati Malam Hari

Kompas.com - 07/06/2018, 14:26 WIB
Foto udara simpang susun Caruban dari Proyek Jalan Tol Ngawi-Kertosono di Jawa Timur, Senin (4/6/2018). Jalan Tol Ngawi-Kertosono ruas Ngawi-Wilangan telah sah beroperasi dan dirancang sepanjang total 87,02 kilometer, Jalan Tol Ngawi-Kertosono dibagi dalam empat seksi pengerjaan. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGFoto udara simpang susun Caruban dari Proyek Jalan Tol Ngawi-Kertosono di Jawa Timur, Senin (4/6/2018). Jalan Tol Ngawi-Kertosono ruas Ngawi-Wilangan telah sah beroperasi dan dirancang sepanjang total 87,02 kilometer, Jalan Tol Ngawi-Kertosono dibagi dalam empat seksi pengerjaan.

MADIUN, KOMPAS.com — Ruas jalan tol fungsional Wilangan-Kertosono hanya bisa dilewati kendaraan pemudik dari pagi hingga sore hari. Ruas tol sepanjang 48 kilometer itu tidak bisa dilewati malam hari lantaran belum tersedia lampu penerangan jalan.

"Ruas tol fungsional digunakan pukul 7 pagi sampai 17.00. Sehingga kalau malam hari pemudik tetap melewati jalur reguler," kata Kapolres Madiun, AKBP I Made Agus Prasatya yang dihubungi Kompas.com, Kamis ( 7/6/2018) siang.

Baca juga: Serunya Menjajal Jalur Mudik Tol Trans Jawa

Menurut Made, pemanfaatan ruas tol fungsional Wilangan-Kertosono tidak tetap. Ruas tol fungsional itu digunakan manakala terjadi kepadatan arus kendaraan pemudik.

"Kalau arus kendaraan lancar maka kendaraan pemudik akan diarahkan ke jalur biasanya," jelas Made.

Made mengatakan Polres Madiun sudah berkoordinasi dengan Polres Nganjuk untuk pemanfaatan ruas tol fungsional Wilangan-Kertosono. Koordinasi itu terkait pembukaan ruas tol fungsional Wilangan-Kertosono saat terjadi kepadatan arus mudik dan arus balik.

Dikatakan spesial mudik tahun ini khusus Madiun sudah terhubung oleh tol. Namun masalahnya terjadi saat keluar dari tol wilangan terjadi kepadatan arus lalu lintas.

"Di sinilah fokus prioritas utama kami. Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Nganjuk agar jam-jam tertentu bisa memanfaatkan tol fungsional Wilangan-Kertosono," sebut Made. 

Ia menambahkan kehadiran tol dapat mengurai kemacetan saat terjadi arus mudik dan arus balik lebaran. Pasalnya sebelum ada tol, antrian kendaraan dititik tertentu bisa mencapai lima sampai enam kilometer.

"Sepanjang wilayah hukum Polres Madiun ruas jalan tol yang dilewati sudah sangat layak sekali. Kehadiran tol bisa urai kemacetan. Tahun kemarin sebelum ada tol sampai antrian lima sampai enam kilometer," demikian Made. 

Berikut video reportase perjalanan mudik Tim Merapah Trans Jawa:

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X