Harvest City Siapkan Dua Klaster Baru Setelah Lebaran - Kompas.com

Harvest City Siapkan Dua Klaster Baru Setelah Lebaran

Kompas.com - 24/05/2018, 17:35 WIB
Besarnya kapasitas pasar kelas menengah di Jabodetabek membuat pengembang Harvest City yakin akan berdampak positif pada penjualan rumah di koridor Transyogi- Cibubur yang lokasinya tak jauh di timur Jakarta. Dok Harvest City Besarnya kapasitas pasar kelas menengah di Jabodetabek membuat pengembang Harvest City yakin akan berdampak positif pada penjualan rumah di koridor Transyogi- Cibubur yang lokasinya tak jauh di timur Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Dwigunatama Rintisprima, pengembang Harvest City, menyiapkan penjualan dua klaster baru berjumlah sekitar 500 unit rumah seharga Rp300 juta hingga Rp500 jutaan. 

Proyek tersebut menyusul sukses penjualan empat klaster sebelumnya, yakni Sakura Emiko, Sakura Daisuki, Sakura Chika, serta Klaster Sakura seharga mulai Rp270 jutaan. Dua klaster terbaru akan dibuat dengan spek produk lebih tinggi dari keempat klaster tersebut.

"Kami termotivasi membidik kelas menengah di Jabodetabek. Harganya Rp200 jutaan sampai Rp400 jutaan. Makanya, setelah Lebaran ini kami sudah siapkan dua klaster baru yang kualitasnya di atas Sakura," kata Hendry Nurhalim, Chief Executive Officer (CEO) Harvest City, Rabu (23/5/2018).

Hendry menambahkan, besarnya kapasitas pasar kelas menengah di Jabodetabek membuatnya yakin akan berdampak positif pada penjualan rumah Harvest City di koridor Transyogi- Cibubur yang lokasinya tak jauh di timur Jakarta.

Di kawasan seluas 1.350 hektar itu, Hendry mengaku optimistis dua klaster baru yang segera diluncurkan itu bisa disambut pasar kelas menengah atas. Selama ini, besarnya permintaan pasar kelas menengah sudah mendorong pertumbuhan harga yang signifikan di kawasan proyek ini.

Marketing Manager Harvest City, Leonard Suprijatna, menjelaskan bahwa dampak kenaikan harga tersebut sudah dirasakan klaster Sakura yang diluncurkan pada awal 2017 lalu. Untuk itulah, harga tipe termurahnya yang dilepas Rp200 jutaan pada waktu itu kini sudah naik di pasaran dengan banderol Rp270 juta.

"Sekarang ini Sakura Daisuki sisa 10 persen dan Sakura Emiko sisa 25 persen, sedangkan kedua klaster sebelumnya sudah habis terjual. Jadi, sambil menghabiskan sisa Sakura kami mau luncurkan dua klaster baru itu habis lebaran nanti," ujar Leonard.

Dia mengaku beruntung bahwa daya dukung utama penjualan berupa infrastruktur jalan tol dan angkutan publik yang melintasi kawasan di sekitar Harvest City masih, saat ini terus dikembangkan.

Leonard membayangkan Harvest City bisa menjadi BSD City yang awalnya juga bukan kawasan utama sebelum jalan tol dibangun dan membuka akses ke kawasan itu. Begitu jalan tol dan sejumlah ruas tol yang mendukung akses ke kawasan itu dibangun, BSD City makin berubah menjadi kawasan elit.

"Nah, kawasan Transyogi-Cibubur kan juga sedang membangun jalan tol Cimanggis-Cibitung.
Itu akan akan menjadikan Harvest di titik perlintasan strategis yang berpotensi mendorong pertumbuhan kawasannya menjadi strategis beberapa tahun ke depan," kata Leonard.

Saat ini pun pemerintah sedang membangun proyek JORR 2 (Jakarta Outer Ring Road), LRT (Light Rail Transit), dan Jabodetabek Residence (JR) Connexion yang akan membuka akses tanpa batas bagi transportasi dan mobilitas warga yang bermukim di kawasan tersebut.


EditorLatief

Close Ads X